Main Menu

Golkar Pecat Setya Novanto Setelah Divonis?

Wem Fernandez
25-04-2018 20:36

Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.(ANTARAnews/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus belum memastikan status keanggotaan eks Ketua Umum Golkar, Setya Novanto (Setnov) pasca divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. 

Pihaknya masih mendalami lebih lanjut aturan kepartaian sebagaimana tertuang dalam AD/ART serta pakta integritas yang memuat komitmen untuk bersih dari tindak pidana korupsi. 

“Kami punya aturan yang mengatur dalam AD/ART bagaimana. Kita juga sudah ada pakta integritas kan. Kalau terlibat korupsi, kemudian terorisme, narkoba itu sudah ada ketentuannya. Ya kita sesuaikan saja dengan aturan yang ada. [Dipecat?], Ya kita lihat nanti setelah selesai dipelajari,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (25/4). 

Baginya, sejak dulu sudah ada komitmen Golkar untuk melawan korupsi, narkoba maupun terorisme. Apalagi dengan tagline Airlangga Hartatrto (bersih, bangkit, maju, dan menang) setelah terpilih menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut. 

 “Dalam beberapa kesempatan saya selalu sampaikan kepada kader, bahwa tagline ini jangan menjadi jargon kosong atau hanya lip service saja, tapi menjadi karakter kader Golkar. Biasakan berpikir bersih, berprilaku bersih. Itu yang saya bilang,” katanya. 

Lodewijk juga tak ingin berandai-andai kapan Golkar akan memutuskan status Setnov sebagai anggota setelah melakukan kajian mendalam terhadap AD/ART partai. 

“Ya tunggu kan masalah beliau belum tuntas nih. Masih berproses. Tentu kita pikirkan langkah-langkah ke depan,” demikian. 


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Iwan Sutiawan

Wem Fernandez
25-04-2018 20:36