Main Menu

Survei LSI: PDIP, Golkar dan Gerindra Teratas

Ervan
08-05-2018 15:25

Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI): PDIP, Golkar dan Gerindra Teratas. (GATRA/Ervan Bayu/RT)

Jakarta, Gatra.com- Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei mengenai perolehan suara partai politik 11 bulan jelang pemilu serentak. Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, memaparkan pihaknya membagi menjadi 4 divisi. Yaitu; divisi utama, dimana berisi tiga partai dengan perolehan suara diatas 10%, kemudian divisi menengah yang berisi dua partai dengan perolehan suara dibawah 10% dan diatas batas parliamentary threshold 4%, divisi bawah yang terdapat lima partai dengan suaranya dibawah Parliamentary threshold, dan terakhir divisi nol koma yang berisi enam patai dengan perolehan suara nol koma.

 

"Divisi utama tiga partainya PDIP, Golkar, Gerindra. Divisi menengah PKB dan Demokrat. Divisi bawah PAN, NasDem, Perindo, PKS, PPP. Kemudian divisi nol koma diantaranya, Hanura, PBB, PSI, PKPI, Garuda, dan Berkarya," kata Ardian di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (8/5).

Sedangkan untuk partai yang berada di divisi utama, PDIP menduduki posisi pertama dengan meraih suara 21,70%. Disusul kemudian oleh Golkar dengan 15,30%, dan Gerindra 14,70%. "Tiga partai ini yang berebut di posisi pertama. Dan perolehan suara ketiga partai kno melampaui shara mereka saat Pemilu Legislatif 2014," kata Ardian.

Sementara itu di divisi menengah, PKB berhasil meraih suara 6,20%. Sedangkan Demokrat 5,80%. Untuk divisi bawah, lanjut Ardian, PAN meraih suara 2,50%, mengikuti NasDem dan Perindo yang meraih sama yaitu 2,30%. Kemudian PKS 2,20% dan PPP 1,80%.

Dia menegaskan, meski lima parpol tersebut tidak lolos Parliamentary threshold 4%, jika ditambah margin of error penelitannya yang sebesar 2,9%, masih ada kemungkinan lolos. "Jika ditambah margin of error, partai ini masih mungkin lolos parliamentary threshold 4%," ucapnya.

Sementara untuk enam partai yang masuk divisi nol koma, terdapat satu parpol yang di parlemen, yaitu Hanura yang meraih 0,70%. Kemudian disusul PBB 0,40%, Garuda 0,30%, serta PKPI, Garuda dan PSI 0,10%.

"Jika ditambah margin of error, enam partai ini tetap tidak lolos Parliamentary threshold. Sedangkan sisa swing voters masih 23,5%. Jadi mereka harus berusaha ekstra, ekstra, ekstra keras agar bisa lolos. Karena tanpa usaha ekstra, 6 partai ini hilang (tak dapat kursi) di DPR periode 2019-2024," tutur Ardian.

Survei dilakukan dari tanggal 28 April hingga 8 Mei dengan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 1.200 orang. Dimana menggunakan wawancara tatap muka responden, yang menggunakan kuisioner. Dengan margin of error +- 2,9%.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

Ervan
08-05-2018 15:25