Main Menu

Kode Inisiatif : Menteri Nyaleg, Masa Presiden Kalah ?

Abdul Rozak
08-07-2018 18:28

Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif.(Dok. KoDe/re1)

Jakarta, Gatra.com - Presiden Jokowi dituntut tegas kepada para menteri yang bakal mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada pemilu legislatif (pileg) 2019. Menteri harus paksa segera mundur atau tetap berada di kabinet.

 

Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi khawatir menteri yang 'nyaleg' melalaikan tugasnya karena sibuk kampanye. Oleh karena itu Jokowi diminta tegas kepada para menterinya.

"Sudah pasti ganggu (tugas menteri). Makanya presiden harus tegas, kalau nyaleg segera mundur atau tetap di kabinet," kata Veri di Kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (8/7).

Veri menegaskan posisi menteri merupakan hak prerogatif presiden. Selain itu, tidak ada aturan yang mengharuskan seorang menteri mundur jika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Sejauh ini baru satu menteri yang terang-terangan berniat maju di pileg 2019, yaitu Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Puan merupakan politisi PDI Perjuangan (PDIP).

Puan seakan berat hati meninggalkan kursi empuk menteri. Puan berdalih selama ini tidak ada aturan yang mewajibkan menteri mundur jika maju sebagai calon anggota legislatif.

"Memang tidak aturannya, jadi menteri itu adalah hak prerogatif presiden, mau mundur atau enggak yah terserah. Tetapi masa iya presiden kalah sama menteri?," tutup Veri.


 

Reporter : Abdul Rozak

Editor : Birny Birdieni

Abdul Rozak
08-07-2018 18:28