Main Menu

Calonkan Dua Eks Koruptor, Golkar Minta KPU Tunggu Putusan MA

Wem Fernandez
19-07-2018 13:05

Ketua DPP Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily. (GATRA/Wem Fernandes/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Partai Golkar tetap mencalonkan dua eks koruptor pada perhelatan pemilihan legislatif (Pileg), 2019 mendatang meski dihadang Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018. 

 Dalam PKPU disebutkan bahwa para mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba hingga pelaku narapidana kasus kejahatan seksual pada anak dilarang untuk mencalonkan diri. 

Ketua DPP Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily menyebutkan, pencalonan dua orang ini sah-sah saja selama belum ada putusan Mahkamah Agung (MA) atas uji materi terhadap PKPU tersebut. 

Keputusan ini juga diperkuat dalam rapat pimpinan DPR bersama KPU yang menyepakati bahwa caleg eks koruptor dipersilahkan untuk ‘melamar’ selama belum ada putusan dari MA. Adapun dua caleg yang maju adalah Ketua DPD Golkar Aceh, TM. Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jateng, Iqbal Wibisono.

“Partai mempersilakan yang bersangkutan untuk mencalonkan diri selagi memang kesempatan untuk dicalonkan itu masih dimungkinkan berdasarkan atas rapat tersebut,” kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7).

Disamping alasan tersebut, kans suara kedua sosok ini terbilang cukup besar di daerah pemilihan masing-masing. Toh, suara akar rumput juga menghendaki keduanya untuk maju. Lebih dari itu, Ace menilai, kasus yang pernah dialami oleh keduanya juga terjadi di masa lampau dan tidak ada hubungannya dengan niat keduanya untuk maju. Ace meminta agar KPU untuk menunggu putusan uji materi atas PKPU tersebut. Sebaliknya, Golkar juga siap menerima putusan yang nanti dikeluarkan oleh MA. 

Menoleh kebelakang, Nurlif dan Iqbal pernah berurusan dengan hukum karena terlibat dalam skandal korupsi. Nurlif adalah napi kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2014 dan Iqbal mantan napi korupsi kasus dana bansos dan dana peningkatan pendidikan Jateng tahun 2008.

 



Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
19-07-2018 13:05