Main Menu

Teror Molotov di Rumah Politisi PKS, Polisi; Jangan Berandai-Andai

Wem Fernandez
19-07-2018 20:39

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto. (Dok. Div Humas Polri/FT02)

Jakarta, Gatra.com-Penyidik kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, kawasan Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi. 

 Langkah ini dilakukan polisi untuk mengetahui lebih lanjut insiden penyerangan di rumah Mardani oleh orang tak dikenal menggunakan bom molotov. Tidak ada korban jiwa dalam teror tersebut. 


“Saya mendapatkan laporan memang ada diduga itu adalah bom molotov. Sekarang sudah didalami oleh rekan-rekan. Pertama tentunya olah TKP, darimana dilempar, kemudian dari bahan-bahan apa,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (19/7). 

 


Hasil olah TKP tersebut nantinya didalami lebih lanjut. Setyo meminta agar kasus ini ditarik kepada hal-hal lain. “Sekarang sedang dilakukan pendalaman. Berikan kesempatan kepada penyidik untuk melakukan, mengungkap kasus ini. Kita jangan berandai-andai yang kita tidak tahu, sedang didalami,” ujar dia. 

 


Lewat akun twitternya (@mardanialisera), Mardani mengungkapkan kalau rumahnya diserang oleh orang tak dikenal. Informasi dari pihak security menyebutkan ada dua motor yang mondar mandir di sekitar lokasi. Saat dinihari, terdengar bunyi benda jatuh cukup keras dan dikira buah mangga yang jatuh.  

 


Kata Mardani, hampir tiap hari awning terkena mangga jatuh. Nah, saat pagi baru disadari bahwa ada bom molotov yang dilempar ke rumah setelah ada petugas yang membersihkan taman. Diduga bom berjumlah dua buah, satu pecah berantakan berbau bensin, sedangkan satunya dalam keadaan utuh karena diduga tersangkut di tanaman sebelum jatuh. 

 


Mardani juga tidak ingin menghubungkan peristiwa ini dengan aktifitas politiknya. Diketahui Mardani merupakan penggagas #2019GantiPresiden. “Kami tidak mau berspekulasi, yg pasti gerakan itu akan terus jalan dgn santun dan mendidik,” kata Mardani dalam akun twitternya. 

 

 

 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
19-07-2018 20:39