Main Menu

Gerindra : Arahan Berantem Jokowi Ungkapan Putus Asa

Wem Fernandez
06-08-2018 18:41

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono (partaigerindra.or.id/yus4)

Jakarta,Gatra.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta seruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada relawannya untuk siap diajak berantem tidak perlu ditanggapi berlebihan. Seruan ini disampaikan Jokowi di Sentul, Sabtu, (4/8) lalu secara tertutup. 

 

“Kita dari kompetitornya cukup tahu saja dan mencatat saja serta menjadi warning jangan sampai kita mau diajak berantem sama relawan Joko Widodo yang dihimbau saat masa kampanye dan pencoblosan Pemilu 2019,” jelas Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (6/8). 

Arief menyebutkan, seruan disebut merupakan kata-kata penyemangat bagi para relawannya yang dipastikan tidak dapat memenangkan dirinya pada Pilpres, 2019 mendatang. 

“Makanya Kang Mas Joko Widodo sampai hilang kesadarannya hingga menghimbau relawannya suruh berantem jika ingin Joko Widodo terpilih lagi. Jadi engak perlu lah ditanggapi omongan itu, enggak ada gunanya,” ujar dia. 

Presiden Jokowi sebelumnya meminta publik untuk melihat secara utuh seruan yang dia sampaikan kepada para relawan. Dia tidak mengajak relawannya untuk berantem. 

 "Coba dirunut dari atas, jangan diambil sepotongnya saja, nanti enak yang komentari kalau seperti itu. Di lihat secara keseluruhan, konteksnya kan kelihatan,” ujar Jokowi. 

 Dalam pidatonya, Jokowi meminta para relawannya untuk bersatu, bekerja keras dan punya semangat militan.

 "Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," ucap Jokowi yang disambut riuh relawan sambil berdiri. “Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," sambungnya. 


 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
06-08-2018 18:41