Main Menu

Loloskan Eks Koruptor Jadi Caleg, Bawaslu dinilai Salah Kaprah

Wanto
02-09-2018 17:19

Bawaslu media center (bawaslu.go.id/yus4)

 

Jakarta, Gatra.com- Koordinator Nasional Komite Pemilih (TePi) Indonesia, Jeirry Sumampow menilai langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang meloloskan beberapa narapidana korupsi sebagai caleg dianggap salah kaprah.

 

Seperti diketahui sebelumnya, Bawaslu meloloskan lima eks koruptor sebagai bakal caleg. Mereka berasal dari Rembang, Pare-Pare, Aceh, Tana Toraja, dan Sulawesi Utara.

Pada masa pendaftaran bacaleg, mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU. Kelimanya lantas mengajukan sengketa pendaftaran ke Bawaslu dan Panwaslu setempat.

"Eks koruptor diloloskan menyedihkan sekali dan membuat lembaga itu (Bawaslu) terkesan tak punya pendirian atau semaunya,"ucap Jerry, di Jakarta Minggu (2/9).

"Padahal sudah ada pakta integritas dengan parpol, tapi tetap dimasukkan. saya tidak habis pikir itu bisa terjadi,"sambungnya.

Disisi lain, ketua Bawaslu Abhan membantah jika pihaknya memiliki penafsiran semaunya terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Legislatif dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilu.

Abhan menilai, putusan Bawaslu meloloskan sejumlah caleg dari kalangan mantan narapidana korupsi sudah sesuai dengan kedua aturan tersebut.


Reporter: Wanto

Editor: Birny Birdieni 

 

 

Wanto
02-09-2018 17:19