Main Menu

Mahasiswa Tuntut Status Tanggap Darurat Asap

Tian Arief
07-09-2015 15:08

Aksi Mahasiswa memprotes bencana kabut asap di Pekanbaru, Riau (ANTARA/Rony Muharrman)

Pekanbaru, GATRAnews - Ratusan mahasiswa Universitas Riau, di Pekanbaru, Senin (7/9) menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menyampaikan lima tuntutan, antara lain, meminta pemerintah segera menangani terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta menetapkan status tanggap darurat.

Mahasiswa yang berseragam serba biru memusatkan aksinya di depan Kampus Universitas Riau (UR) Panam, Senin.

"Segera tetapkan status tanggap darurat kabut asap di Riau karena kabut asap mulai mengakibatkan penyakit," teriak Siti Lestari, koordinator lapangan aksi itu, melalui pengeras suara.

Selain itu, para mahasiswa meminta pemerintah segera melakukan penindakan tegas terhadap perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Mereka menilai, selama ini pemerintah melalui aparat penegak hukum lalai sehingga perusahaan dengan mudahnya bebas melakukan aksi pembakaran lahan hingga mengakibatkan ribuan hektar lahan di Riau terbakar.

Menurut mereka, penegakan hukum yang lemah terhadap perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran lahan menjadi sebab utama kabut asap terus terjadi.

Selain itu, mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk menginstruksikan rumah sakit agar memberikan pelayanan gratis kepada penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut.

"Jangan biarkan akibat kelalaian pemerintah, masyarakat yang telah menjadi korbannya harus membayar untuk mengobati ISPA," serunya, seperti  dikutip Antara.

Tuntutan terakhir, pemerintah diminta segera melakukan evakuasi kepada warga Riau karena kabut asap yang terjadi terus memburuk.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini sempat menyebabkan kemacetan panjang karena memakan sebagian badan jalan.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau sendiri terus terjadi sepanjang tahun. Setidaknya 2015 ini merupakan tahun ke 18 kabut asap menyelimuti Riau.

Sementara itu, sejak sepekan terakhir kondisi kabut asap terus memburuk dengan jarak pandang berkisar 200-800 meter.

Editor: Tian Arief

Tian Arief
07-09-2015 15:08