Main Menu

LRT Jabotabek Ditargetkan Mulai Beroperasi 2018

Januar
08-09-2015 21:13

Light Rail Transit (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah mengamanatkan PT Adhi Karya Persero Tbk sebagai penanggung jawab proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Jabodetabek. Peletakkan batu pertama proyek tersebut bakal dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (9/9).

 

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko menargetkan LRT rampung pada 2018 mendatang. Rencana tersebut untuk menyambut even olahraga Asian Games yang berlangsung di Jakarta.

 

"Rencananya selesai sebelum Asian Games 2018. Ini waktu yang mepet sehingga harus dipercepat," kata Hermanto saat dijumpai di Gedung Kemenhub, Selasa (8/9).

 

LRT tersebut terbagi dalam dua rute yaitu Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 km. Rute selanjutnya Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km.

 

Nantinya, LRT tersebut juga melintasi jalur-jalur dalam kota Jakarta untuk menjangkau masyarakat. Rencananya akan ada 60 unit kereta di setiap rutenya. Setiap unitnya terdapat tiga rangkaian kereta dengan daya tampung 300 orang per unit. Selain itu, frekuensi keberangkatan kereta dijadwalkan setiap tiga menit sekali.

 

Hermanto menambahkan terdapat lima titik awal LRT tersebut yaitu Cengkareng, Cawang, Bogor, Bekasi dan Cibubur. "Jalur LRT tidak akan ada pembebasan lahan lagi karena pakai lahan Jasa Marga," katanya.

 

Untuk mempercepat pengerjaan tersebut, Jokowi sendiri telah menerbitkan dua peraturan presiden (perpes). Keduanya adalah Perpres Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan/LRT Terintegrasi di Wilayah Jabodetabek dan Perpres Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.

 

Pendaanaan pembangunan ini diperkirakan sebesar Rp 23,817 triliun untuk prasarana LRT yang ditanggung Adhi Karya. Nantinya, setelah rampung pemerintah akan menggantinya sebesar 70% dari total tersebut. Sedangkan investasi sarana akan ditanggung swasta lainnya sebagai operator.


Reporter: Januar Rizki

Januar
08-09-2015 21:13