Main Menu

Ahok Cibir Monorel Seperti Batu Nisan

Abdul Rozak
09-09-2015 16:12

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (GATRA/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjamin pembangunan proyek kereta rel ringan atau Light Rail Transit (LRT) tidak akan senasib dengan monorel. Monorel menjadi proyek mati setelah di re-groundbreaking di tahun 2013 lalu.

 


"Ini (LRT) jangan sama kayak monorel. Peletakan batu pertama langsung jadi batu nisan," ujar Ahok usai menghadiri groundbreaking LRT Jabodetabek tahap 1 di Jakarta Timur, Rabu (9/9).


Groundbreaking monorel dinilai hanya seremonial kemudian terhenti karena banyak masalah, antara lain finansial. Sementara LRT Jabodetabek dijamin oleh APBN melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya.
  

"LRT ini sudah ada APBN, jadi aman. Tidak mungkin terbengkalai," pungkas mantan politisi Partai Gerindra asal Belitung Timur tersebut.


Diberitakan sebelumnya, Jokowi meresmikan pembangunan LRT Jabodetabek tahap 1 sepanjang 42,1 kilometer. Tahap ini mencakup tiga bagian, yakni Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer (Tahap I A) dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap I B).


Tahap kedua diperkirakan akan dibangun tahun 2018 mendatang, dengan panjang total lintasan 41,5 kilometer. Tahap kedua itu meliputi lintas layanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol.


Daya angkut harian dengan konfigurasi 6 train set adalah 24.000 PPHD head way 2 menit saat peak. Kecepatan operasi LRT mencapai 60-80 kilometer per jam. Pembangunan LRT itu sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
09-09-2015 16:12