Main Menu

Kacaunya Penanganan Asap di Riau Dinilai Karena Pejabat Tak Kompak

Ervan
14-09-2015 13:55

Kabut asap menyelimuti Pekanbaru, Riau (ANTARA/Rony Muharrman)

Jakarta, GATRAnews - Penanganan asap di provinsi Riau dinilai kacau dan tak terkoordinasi. Hal tersebut, menurut Junaedi dari Sumatera Masyarakat Transpoda, dikarenakan Sekretaris Daerah provinsi Riau ternyata tidak memiliki kekompakan dengan Plt Gubenur Riau. 

 

 

"Konsekuensinya berakibat sampai menelan korban jiwa padahal itu seharusnya tidak perlu terjadi. Padahal permasalahan asap dan kebakaran hutan di Riau bukan hal yang baru terjadi, tetapi baru kali ini sampai jatuh korban jiwa," ujar  Koordinator Sumatera Masyarakat Transpoda M. Junaedi dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (14/9).

 

Menurut Junaedi, Akibat ketegangan dan ketidak-harmonisan Sekda Riau dengan Plt Gubenur mengakibatkan koordinasi antara Pemprov dengan Pemkab/Pemkot buruk. Koordinasi tidak berjalan dan tidak ada tindakan nyata dari Pemprov untuk meminimalisir asap dan kebakaran hutan. Itu terlihat dari tidak dibentuknya Tim Crisis Center.

 

"Dugaan yang melatar-belakangi hubungan Sekda Riau, Zaini Ismail sampai tidak harmonis karena Arsyadjuliandi Rahman yang sudah hampir lebih dari setahun masih juga menjabat Plt Gubenur padahal dia terjerat oleh KPK dalam kasus gratifikasi SKK Migas saat jadi anggota DPR RI," tambahnya.

 

Tak hanya itu, kata Junaedi, persoalan kedua pimpinan tersebut ditambah dengan adanya usul Arsyadjuliandi menganti posisi Zaini Ismail dengan Kamsol yang saat ini Kadisdik Riau menggantikan Zaini.

 

"Menurut pantauan Masyarakat Transparansi Otonomi Daerah, Kamsol memang orang yang bisa maksimal bekerja-sama dengan Plt Gubenur. Selain dia punya kemampuan membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan DPR. Dia diatas kemampuan Zaini Ismail," tegasnya.

 

Menurut Junaedi, Kamsol selama ini dikenal telah berhasil memajukan pendidikan di Riau dan melakukan penghematan dengan cara menjalin hubungan yang baik dengan PT Bintang Ilmu milik Wimpi Ibrahim, perusahaan penyedia alat-alat peraga pendidikan. Hubungan itu memberikan diskon harga tersendiri bagi Pemprov Riau.

 

"Jika Plt Gubenur terjerat KPK, maka yang menjadi Plt gubenur Riau adalah Zaini Ismail, sepertinya itu yang melatar belakang Zaini kurang bisa bekerja-sama dengan Arsyadjuliandi," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

 

 

 

Ervan
14-09-2015 13:55