Main Menu

DKI Ikuti Aturan Baru Penjualan Minuman Beralkohol

Abdul Rozak
16-09-2015 16:12

Pemusnahan minuman keras ilegal (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Wacana pemerintah pusat melonggarkan aturan pengendalian peredaran minuman beralkohol direspon beragam di daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum untuk Mengontrol Minuman Beralkohol.


Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku masih menunggu kebijakan baru yang akan dikeluarkan Kementerian Perdagangan itu. ‎Dalam Perda Ketertiban Umum, sambungnya, juga mengatur penjualan minuman beralkohol di bawah 5%.

"Kami tunggu saja. Gampang buat DKI, tinggal balik ke perda yang lama saja kan sudah mengatur penjualan minuman dengan alkohol di bawah 5%," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).

Minuman beralkohol golongan A (di bawah 5%), tidak masuk dalam kategori minuman keras (miras) seperti tercantum dalam Perda Ketertiban Umum. Penjualan minuman golongan A ini sempat dibatasi beberapa waktu silam, hanya boleh dijual di supermarket atau hypermart.

Ahok mengatakan, saat ini yang lebih berbahaya adalah keberadaan minuman beralkohol yang dicampur dengan bahan lain (oplosan) secara bebas. Banyak orang meregang nyawa setelah mengonsumsi minuman oplosan.

"Sekarang kamu kalau ke dokter karena susah buang air kecil, pasti disuruh minum bir loh. Yang bahaya itu yang dicampur dengan zat berbahaya, oplosan. Bisa mati," pungkas Ahok kepada wartawan.

Kementerian Perdagangan melonggarkan (relaksasi) aturan pembatasan minuman beralkohol golongan A. ‎Aturan baru itu tertuang dalam Peraturan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengendalian, peredaran dan penjualan minuman beralkohol golongan A.

Dalam aturan itu, tata cara penjualan minuman beralkohol golongan A, terutama daerah wisata, dikembalikan ke daerah. Dalam aturan tersebut pemerintah daerah juga diwajibkan memiliki daerah khusus penjualan minuman beralkohol.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
16-09-2015 16:12