Main Menu

Pejabat PNG Turun Tangan Lepaskan 2 WNI

Nur Hidayat
18-09-2015 10:46

Seorang personel TNI berjaga di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Antara/Indrayadi)

Jayapura, GATRAnews - Pemerintah Papua Nugini (PNG) mengerahkan tim negosiasi yang terdiri 17 orang yang dipimpin oleh Ian Jingga dan John Balavu yang menjabat sebagai Dirjen Border PNG. Tim negosiasi mengklaim lokasi penculikan dua WNI telah berpindah dari lokasi sebelumnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam komunikasinya dengan Konsulat RI di Vanimo, Elmar Lubis juga disebutkan tim negosiasi mengklaim telah mengetahui dua WNI yang saat ini berada dibawah kekuasaan kelompok tertentu.

“Foto 2 WNI tersebut telah dikirimkan ke saya dan menurut tim negosiasi, kondisi 2 WNI dalam keadaan baik. Tim negosiasi terus melokalisir pencarian 2 WNI tersebut dengan melibatkan masyarakat di PNG,” katanya dalam keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Kamis (17/9).

Lanjut Waterpauw, hingga saat ini belum ada tuntutan dari kelompok yang melakukan penculikan. Pihaknya berharap 2 WNI dikembalikan dalam keadaan selamat. “Kami tak lagi menggunakan kata penyanderaan, tapi penculikan. Sebab sampai saat ini tak ada tuntutan dari pelaku penculikan. Kami telah koordinasi dengan pihak PNG dan memang dugaan kuat adalah penculikan 2 WNI ini. Kami berharap upaya penyelamatan 2 WNI bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Papua, Suzana Wanggai mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan dari pemerintah PNG, terkait hasil negosiasi kepada kelompok bersenjata di PNG. “Upaya-upaya negosiasi terus diupayakan hingga kini, kami berharap kondisi warga kita selamat,” ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige menyebutkan sejumlah jalan tikus yang ada di wilayah perbatasan RI-PNG adalah wilayah tanah adat, sehingga pihaknya hanya dapat mengawasinya saja.

“Dalam negosiasi pembebasan 2 WNI, kami juga mengerahkan 3 orang dari tokoh masyarakat di Keerom untuk bertemu dengan sejumlah tokoh adat dan masyarakat di wilayah perbatasan dua negara ini,” ucapnya.


Reporter: LLL

Editor: Nur HIdayat

Nur Hidayat
18-09-2015 10:46