Main Menu

Presiden Jokowi: Warga Jakarta 20 Tahun Menunggu MRT, Sudah Tak Sabar!

Nur Hidayat
21-09-2015 17:08

Proyek pembangunan MRT (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta untuk tidak menunda-menunda proyek infrastruktur. "Karena semakin menunda maka akan semakin mahal nilai proyeknya," kata Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pengoperasian Perdana Mesin Bor Bawah Tanah Antareja Proyek MRT Jakarta, di kawasan Patung Pemuda Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/9). 

 

Dalam rilis yang diterima Gatranews, Jokowi memberi contoh proyek MRT yang telah tertunda selama 26 tahun tidak diputuskan. Selama perhitungannya hanya untung dan rugi, proyek dapat dipastikan tidak akan berjalan, karena proyek tersebut tidak menguntungkan.

“Mestinya yang dihitung benefitnya, karena proyek ini untuk negara dan masyarakat,” sebut Jokowi. Pembangunan MRT ini menelan biaya yang cukup tinggi, yakni sebesar Rp. 15 Triliun.

Seandainya proyek ini dilakukan 25 tahun yang lalu, dan tidak menunda-nunda, pastilah biaya yang dikeluarkan tidak setinggi saat ini, terutama biaya pembebasan lahan tidak semahal saat ini dan juga tidak perlu mengganti stadion Lebak Bulus. “Biaya teknis dan non teknis menambah biaya,” tambahnya.

Presiden menjelaskan bahwa proyek MRT ini baru dapat diputuskan ketika dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena jika tidak diputuskan saat itu, maka proyek ini tidak akan berjalan. Suatu proyek transportasi massal tidak akan mendapatkan keuntungan, tapi diberi subsidi oleh pemerintah agar perusahaan pengelolanya tidak merugi. “Subsidinya darimana? Dari penerapan ERP,” ucap Presiden.

Proyek MRT ini dimulai sejak 10 Oktober 2013, tapi tantangan tidak berhenti. Mulai dari keraguan tentang kemampuan pengelolaan lalu-lintas saat pembangunan MRT, kekhawatiran ambruknya terowongan saat membangun di bawah tanah, dan keraguan lainnya.

Presiden pun memuji manajemen proyek MRT yang dikomandoi pihak Jepang ini. “Jangan memberikan penilaian terhadap pekerjaan yang belum pernah dikerjakan” ujar Presiden.

Sebelum memberikan sambutan, Presiden terlebih dahulu menanyakan tentang kemajuan dan jadwal dari pembangunan proyek ini kepada Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami. “Tidak ada masalah, selalu tepat waktu. Kita harus acungi jempol kepada seluruh yang bekerja,” ujar Presiden.

Jokowi mengingatkan agar perkembangan proyek ini terus dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu pembangunannya terus berjalan. “Masyarakat Jakarta sudah menunggu 20 tahun, sehingga tidak sabar. Dan terus bertanya-tanya, kapan jadinya, kapan jadinya,” ucap Presiden.

Pekerjaan konstruksi bawah tanah proyek MRT Jakarta akan menggunakan salah satu mesin bor yang biasa disebut dengan Tunnel Boring Machine (TBM). TBM yang pertama, mulai beroperasi dari titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan dan akan melakukan pekerjaan penggalian serta konstruksi terowongan jalur bawah tanah MRT kearah Utara menuju titik Setiabudi.

Mesin bor bawah tanah pertama ini disebut Antareja, yang diberikan Presiden, dimana mesin inibor ini diharapkan akan bekerja tangguh setangguh tokoh Antareja putera Bima dalam cerita pewayangan.

TBM ini akan mampu melakukan pengeboran terowongan jalur bawah tanah MRT dengan kecepatan 8 meter per hari.


Reporter: FLY

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
21-09-2015 17:08