Main Menu

Pasca Gempa Sorong, Ratusan Warga Mengungsi di Tenda Darurat

Nur Hidayat
25-09-2015 13:32

Aparat keamanan meninjau gempa Sorong (GATRAnews/Khatarina Lita)

Jayapura, GATRAnews - Ratusan kepala keluarga mengungsi di tenda darurat yang didirikan di lapangan KM 12, Kota Sorong-Provinsi Papua Barat, pasca gempa 6,8 skala richter yang mengguncang daerah itu malam tadi. Data dari Kodam XVII/Cenderawasih menyebutkan 240 rumah warga rusak dan retak. Sementara 62 orang mengalami luka-luka terutama memar dan patah tulang akibat tertimpa barang didalam atau sekitar rumah warga.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol INF Teguh Pudji Raharjo mengatakan sejumlah warga dilarikan ke sejumlah rumah sakit Sorong. Pihaknya belum mendapatkan informasi adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut. “Kami masih terus meelakukan pendataan. Korem 171/PVT Sorong juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sorong dan BPBD Provinsi Papua Barat. Siang ini ada rapat bersama instansi terkait, kita tunggu laporannya nanti,” kata Teguh kepada GATRAnews di Jayapura, Jumat (25/9).

Sampai saat ini, personil Korem atau Kodim masih melaksanakan patroli dalam rangka membantu dan memberikan pertolongan kepada korban. Pendirian tenda-tenda darurat dilakukan bersama dengan BPBD dan pihak terkait. “Tenda yang didirikan untuk perawatan dan tempat tinggal sementara para korban," ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga Sorong, Fenddy mengatakan kerusakan akibat gempa Sorong hampir terlihat merata terlihat dari Aimas, Kabupaten Sorong hinga ke Kota Sorong. Rumah warga yang rusak dan retak terlihat masih dibiarkan begitu saja.

Pemiliknya lebih memilih untuk keluar rumah, karena masih takut akan terjadi gempa susulan. “Warga setempat banyak juga yang terlihat bertahan diluar rumah, sebab sampai sore masih dirasakan gempa susulan, walaupun skalanya sudah mengecil,” katanya ketika dihubungi melalui telepon selularnya di Sorong.

Pasca gempa juga mengakibatkan aktifitas warga di pasar, lalu di sekolah dan perkantoran d Kota dan Kabupaten Sorong lumpuh. Situasi di jalan raya Sorong juga lengang, hanya beberapa kendaraan saja yang lewat. Sejumlah warga luka-luka masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sele Be Solu Sorong dan RSUD Sorong.

Masyarakat terlihat masih memenuhi rumah sakit tersebut untuk mendapatkan pengobatannya. “Rata-rata warga mengalami luka memar akibat tertimpa benda-benda dirumah dan ada pula yang anggota tubuhnya terkilir. Situasi di rumah sakit tersebut terlihat sangat sibuk dengan banyaknya pasien di UGD," katanya.

Gempa yang melanda daerah itu terjadi sekitar pukul 24.00 WIT disaat hampir sebagian masyarakat di Sorong berisitirahat, namun goncangana gempa yang begitu hebat membuat masyarakat berhamburan keluar rumah. Sejumlah warga yang tinggal di pesisir perairan Sorong juga mengungsi ditempat yaang lebih tinggi karena takut adanya tsunami. "Televisi dan beberapa perkakas rumah tangga lainnya sampai jatuh berhamburan karena goncangan gempa," ujarnya.

Gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi di area 31 km Timur Laut Kota Sorong, 68 km timur laut Raja Ampat, 93 km barat laut Kabupaten Sorong dan 311 km barat laut Manokwari, dengan kedalaman 10 km. Gempa yang tidak berpotensi tsunami ini terjadi pada lokasi 0,59 Lintang Selatan - 131, 27 Bujur Timur.


Reporter: LLL

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
25-09-2015 13:32