Main Menu

Mabes Polri Periksa 3 Anggota Polsek Pasirian Lumajang Terkait Tambang Pasir Ilegal

Ervan
06-10-2015 08:25

Aksi solidaritas terhadap kasus pembunuhan petani penolak tambang pasir (Antara/Pradita Utama)

Jakarta, GATRAnews - Tiga oknum Polsek Pasirian, Lumajang diperiksa secara intensif oleh Propam Mabes Mabes Polri terkait dugaan suap penambangan pasir ilegal di desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

 

 

"Ada informasi dari masyarakat itu harus kita cek. Oleh sebab itu kita harus periksa orang-orang Polsek yang jaga disitu. (Pemeriksaan) terkait dugaan terima uang dari proses penambangan ilegal itu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti usai menghadiri acara HUT Ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Senin (5/10).

 

Jenderal Badrodin menjelaskan, pemeriksaan tersebut murni karena adanya dugaan terima suap dan bukan soal kematian aktivis tambang, Salim Kancil.

 

"Nggak ada kaitannya. Kita harus ada fakta hukum. Beda antara suap dan pembunuhan beda. Kalau ada fakta hukumnya mengatakan seperti itu pasti akan kita cari," lanjut Kapolri.

 

"Jadi, yang dipriksa itu jelas dia menerima uang. Apakah uang itu dianggap jasa atau suap atau sekedar dikasih uang makan," tuturnya.

 

Polisi telah tetapkan 33 tersangka dalam kasus pembunuhan, pengeroyokan, dan penambangan ilegal di Lumajang, Jawa Timur. Rinciannya, 24 tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Tosan dan Salim Kancil, sembilan tersangka kasus penambangan ilegal dan lima tersangka baik dalam kasus penganiayaan dan penambangan ilegal.


Reporter: Ervan Bayu

 

 

Ervan
06-10-2015 08:25