Main Menu

Cara Unik PLN Papua Salurkan Listrik Tepat Sasaran

Nur Hidayat
21-10-2015 22:06

Focus Group Discussion yang diselenggarakan PLN Papua (GATRAnews/Khatarina Lita)

Jayapura, GATRAnews - PT PLN (Persero) mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat, instansi terkait, mahasiswa, pemuda serta pimpinan media di Papua, guna mendapatkan masukan tentang penyaluran subsidi listrik tepat sasaran untuk masyarakat di Papua.

David Silalahi dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian ESDM menyebutkan pemerintah manargetkan pada 2019 rasio elektrifikasi mencapai 97%, salah satunya dengan pengurangan subsidi listrik. Secara nasional, rasio elektrifikasi mencapai 85%. Sedangkan di Papua, rasio itu masih mencapai 44% dan di Papua Barat mencapai 77%.

“Masing-masing daerah memiliki kendala masing-masing dalam menyuplai listrik kepada masyarakat, tetapi pemerintah tetap berupaya untuk menyediakan listrik bagi warganya. Ini semua harus dilakukan secara bersama, tidak mungkin pelanggan ingin menikmati listrik, tapi tak ada pembangkitnya. Kita secara bertahap membangun sistemnya dan jaringan tetap ditingkatkan,” katanya hari ini dalam Focus Group Discussion (FGD) dihadapan para pimpinan media di Jayapura, Rabu (21/10).

Dirinya menyebutkan pada 2003, pemerintah memberikan subsidi di Indonesia Rp 3 triliun, lalu di tahun 2004 hingga 2012 terjadi pembengkakan subsidi hingga Rp 102 triliun. Ini dikarenakan dengan pertumbuhan penduduk.

“Di tahun 2013-2014, pemerintah menarik perlahan subsidi listrik tersebut kepada yang tidak berhak mendapatkannya, misalnya seperti pada pabrik rokok, otomotif, sehingga pada tahun tersebut pemerintah dapat menekan hingga Rp 66,15 triliun. Subsidi juga dicabut terhadap rumah mewah,” ungkapnya.

General Manajer PT PLN Papua dan Papua Barat, Robert Sitorus menyebutkan pertemuan dengan para pimpinan redaksi di Papua diharapkan ada masukan dalam rangka upaya PLN menyalurkan listrik tepat sasaran.

Di Papua dan Papua barat dari jumlah pelanggan per September 483.887, konsumen dengan tariff 450 VA, jumlah konsumen mencapai 103.740 yang per Kwh listriknya hanya dibayar Rp 434/Kwh. Sedangkan untuk pelanggan 900 VA jumlah konsumen mencapai 109.504 dengan beban per Kwh dikenalan biaya Rp 585/Kwh. “Ini berarti ada 213.244 pelanggan atau lebih dari setengah dari jumlah pelanggan seluruhnya di tanah Papua menggunakan listrik subsidi,” ungkap Robert.

PT PLN mengklaim pelanggan yang berhak mendapatkan listrik bersubdisi tak hanya dilihat dari konsidi rumah, tetapi beberapa ketentuan lainnya adalah misalnya pegawai BUMN, pegawai negeri Golongan III yang memiliki dua rumah. “Hal-hal seperti ini yang ta boleh menerima subsidi dari pemerintah,” jelasnya.

Salah satu Pimpinan media Papuakita.com, Nunung Kusmiaty menyebutkan saat ini sejumlah regulasi untuk masyarakat yang menerima listrik subsidi telah dibuat oleh pemerintah, tinggal bagaimana PLN melaksanakannya.

Sebelum melaksanakan regulasi ini, PLN harus terlebih dahulu mensosialisasikannya ke msayarakat di tingkat bawah, seperti di kampung-kampung atau di kota sekalipun kepada keluarga pra sejahtera.

“Sebab yang tau data siapa warga pra sejahtera atau tidak adalah kepala kampung hingga kepala distrik. Saat ini, PLN juga harus mendata ulang para pelanggannya yang menggunakan listrik subsidi, sebab dilapangan banyak ditemui warga mampu banyak menggunakan listrik subsidi,” ungkapnya dalam forum itu.


Reporter: LLL

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
21-10-2015 22:06