Main Menu

Kota Kekeringan, Bupati Indramayu Minta DPD 'Bersuara'

Wem Fernandez
11-11-2015 19:40

Jakarta, GATRAnews-Musim kemarau panjang yang melanda Indonesia membuat sebagian besar petani meradang. Selain kesulitan dalam sistem irigasi, panen mereka juga terancam gagal. Hal ini juga dirasakan oleh para petani di Indramayu, Jawa Barat yang hasil panennya mengalami penurunan dibanding tahun  sebelumnya.


"Kota Indramayu secara geografis memang sedikit unik. Kita terletak di dataran rendah, jadi kalau hujan kebanjiran, kalau kemarau kekeringan. Karena kekeringan ini hasil pertanian pun menurun, sebelumnya 1,6 ton tapi sekarang berkurang jadi 1,3 ton," jelas Bupati Indramayu, Anna Sophanah didampingi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman di Kantor Bupati Indramayu, Rabu (11/11).

Selain masalah air persentase kerusakan infrastruktur pertanian juga terbilang tinggi. Anna mengaku, 60% infrastruktur tersebut rusak serta sistem pengairan 60% juga rusak.

Tidak hanya itu, kebutuhan air masyarakat juga menjadi terganggu. Anna mengaku, tiap pagi pihaknya harus membagikan air bersih untuk masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup.

"Untuk minum aja sulit, kami tiap pagi membagikan air untuk desa-desa. Luas wilayah kami 2400 HA, terbagi atas 31 Kecamatan, 309 desa dan 9 kelurahan. Panjang pantai 114 km dan menjadi lumbung padi penyangga nasional. Mumpung ketemu (Ketua DPD) saya ingin memberikan keluhan, lebih tepatnya saya mau curhat," jelas Anna.

Menanggapi hal itu Ketua DPD Irman Gusman berjanji untuk menyampaikannya kepada pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian.

"Saya akan membicarakan kepada Kementerian Pertanian supaya ini diperhatikan. Sebab Indramayu merupakan lumbung padi Indonesia. Menteri Pertanian harus kerja keras, Ibu tidak usah khawatir karena punya teman di DPD," tegas Irman.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
11-11-2015 19:40