Main Menu

Gara-gara Main Tembak, Pengadilan Militer Jayapura Pecat 2 Anggota TNI

Nur Hidayat
14-11-2015 11:01

Dua anggota TNI yang dipecat di apit petugas dalam pengadilan mliter (GATRAnews/Khatarina Lita)

Timika, GATRAnews - Dua anggota Kodim 1710/Timika atas nama Serka Makher Rehatta dan Praka Gregorius B Gelo dipecat dari kesatuannya karena terbukti melakukan penganiayaan berat disertai pembunuah terhadap dua warga di Timika. Tak hanya itu, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Militer III-19 Jayapura yang meminjam salah satu ruang sidang di Pengadilan Negeri Timika, hakim ketua yang dipimpin oleh Letkol Laut (KH) Ventje Bulo juga menghukum Makher selama 12 tahun dan Gregorius dengan 3 tahun penjara.

“Terdakwa 1, atas nama Serka Makher terbukti melakukan penganiayaan berat disertai dengan pembunuhan. Sementara terdakwa 2, Praka Gregorius turut membantu dalam melakukan pembunuhan,” kata dia dalam pembacaan putusan setebal 278 halaman yang dibacakan pada Jumat (13/11).

Dalam putusan itu, hakim menyebutkan hal-hal yang meringankan selama dalam proses persidangan keduanya bersikap sopan dan memiliki tanggungan keluarga. Sementara untuk hal yang memberatkan bahwa keduanya arogan, merampas nyawa orang lain dan melakukan penganiayaan berat.

Putusan oleh hakim ketua ini lebih berat satu tahun dari tuntutan Oditur Militer Mayor CHK Agung yang menuntut 11 tahun penjara untuk Makher, namun putusan Gregorius lebih ringan dari tuntutan oditur 5 tahun penjara. Dalam kasus tersebut, Makher dijerat dengan pasal 338 KUHP, 351 ayat 1 ke 2 yakni sengaja merampas nyawa orang lain dan Gregorius dijerat pasal 338 KUHP subsidair 351 dan 561 yakni turut membantu melakukan penganiayaan.

Kasus penembakan 4 warga sipil di Timika berawal saat warga sedang melakukan upacara syukur pukul tifa sebagai tanda syukur seorang putra Komoro berhasil mencapai gelar Doktor dari Filipina. Saat upacara tersebut, tiba-tiba dua anggota TNI memacu kencang kendaraan motornya dan melewati pemukiman warga tempat berlangsungnya upacara pukul tifa itu.

Lalu, warga pun menegur keduanya, namun kedua TNI tersebut malahan tak terima ditegur dan disitulah menjadi pemicu terjadinya penembakan yang diawali dengan keributan.

Dalam kejadian tersebut dua warga sipil tewas tertembak ditempat yakni Herman Mairimau dan Yulianus Okoare, lalu dua warga sipil lainnya luka-luka pada bagian perut dan kaki terkena tembakan. Dalam kasus tersebut, Pengadilan Militer III-19 Jayapura membagi 3 berkas untuk 4 pelaku penembakan.

Berkas pertama untuk kasus Makher dan Gregorius, lalu berkas kedua untuk Sertu Ashar yang telah dituntut 11 tahun dan dipecat dari kesatuannya, lalu berkas ketiga untuk Prada Imanuel Imbiri yang agenda sidangnya masih pemeriksaan saksi, dalam kasus ini Imbiri didakwa pasal UU darurat tahun 1951 ayat 2 yakni membawa dan menyimpan senjata tajam serta pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. 


Reporter: LLL

Editor: Nur Hidayat

 

Nur Hidayat
14-11-2015 11:01