Main Menu

Pokja Pendidikan Inklusif Gelar Workshop bagi Guru

Tian Arief
16-11-2015 13:05

Peserta workshop IKB di Bandung, akhir pekan lalu. (Dok IKB)

Jakarta, GATRAnews - Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif Kota Bandung (Pokja IKB), dalam mendukung komitmen “Bandung Kota Pendidikan Inklusif” yang dicanangkan pada 26 Oktober 2015, menggelar workshop pendidikan inklusif bagi guru-guru se-Bandung, dari TK hingga SLTA (SMA/SMK). Workshop untuk membangun kepedulian dan pemahaman Inklusif ini, digelar pada Sabtu (14/11), di gedung SMPN 2 Jalan Sumatera Bandung.

Menurut siaran pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Senin (16/11), workshop itu menghadirkan pengarah (keynote speaker) Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan Direktur Pembinaan PKLK Dikdasmen Kemendikbud Jakarta Sri Renani. Kelompok kerja IKB bisa melaksanakan kegiatan pengembangan inklusif dengan mendapatkan dana pemerintah pusat. Undangan terdiri atas Kepala Bidang, Kepala Seksi, utusan Guru-guru TK, SD, SMP, SMU-SMK se-Bandung, mewakili lima wilayah di Bandung.

Implementasi pendidikan inklusif ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana. Deklarasi Bandung Kota Pendidikan Inklusif akan berimplikasi atau mengandung konsekuensi logis terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah umum, antara lain, sekolah harus lebih terbuka, ramah terhadap anak dan tidak diskriminatif. Hingga pembelajaran kreatif, pemenuhan aksesibilitas, serta sekolah aman dan berwawasan lingkungan.

Tidak hanya itu, jejaring komunikasi orangtua dan sekolah pun harus lebih intensif dan produktif. “Terutama pada pengembangan potensi peserta didik, setiap anak dipahami sebagai subyek pendidikan,” tutur Elih.

Pokja IKB menyadari betul, pendidik sebagai aktor utma dalam pendidikan harus dibekali kemampuan dan pemahaman serta willing to act (mau aksi nyata) membantu kepala sekolah dalam mengembangkan pendidikan inklusif di sekolah. Jadi setelah pintu sekolah dibuka untuk bisa menerima peserta didik dengan keberagamannya saat PPDB namun sekolah juga bisa melayani peserta didik dengan layanan inklusif dan ramah pembelajaran.

 


Editor: Tian Arief
 

Tian Arief
16-11-2015 13:05