Main Menu

Wali Kota Kupang Larang Pemakaman di Halaman Rumah

Tian Arief
17-11-2015 09:30

Wali Kota Kupang Jonas Salean (kupangkota.go.id)

Kupang, GATRAnews - Wali Kota Kupang Jonas Salean meminta para lurah di kota itu secara tegas melarang pemakaman anggota keluarga di halaman rumah mereka. "Saya harapkan setiap lurah bisa bekerja secara baik, dan tegas soal hal ini. Kami kan sudah memberikan mandat secara penuh. Masa Pemkot juga yang harus turun tangan soal ini?" katanya, di Kupang, Selasa (17/11).

Pemakaman di halaman rumah sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Namun, Wali Kota menilai, tradisi itu menimbulkan ketidaknyamanan.

"Bayangkan saja, bagaimana kalau suatu saat ada yang hendak membeli rumah kita? Kalau mereka melihat ada kuburan, pasti pembeli akan berpikir lagi," tuturnya kepada Antara.

Dia meminta warga memakamkan anggota keluarga yang meninggal dunia di Tempat Pemakaman Umum.

Jonas menjelaskan bahwa Peraturan Daerah mengenai larangan pemakaman di halaman rumah, namun belum terosialisasi dengan baik kepada seluruh warga Kota Kupang.

Karena itu, Jonas meminta semua lurah bekerja secara maksimal untuk menyosialisasikan peraturan itu.

"Kalau lurah yang tidak bekerja secara maksimal, akan saya pecat dan ganti dengan yang baru. Lurah-lurah saya minta agar bisa menghadiri warga yang anggota keluarganya meninggal agar bisa langsung memantau serta memberitahukan soal larangan ini," katanya menegaskan.

Menurut dia penerapan peraturan itu kadang terkendala wasiat anggota keluarga warga untuk dimakamkan di halaman rumah jika meninggal dunia.

"Ini yang menjadi kendala kita, oleh karena itu, secara perlahan-lahan kita berusaha untu menyosialisasikan larangan ini," ujarnya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
17-11-2015 09:30