Main Menu

BPJS Ketenagakerjaan DKI Sudah Bayar Klaim Rp2,51 Trilyun

didi
16-12-2015 22:49

Pendaftaran peserta BPJS (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta, GATRAnews - BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta menyatakan, hingga November 2015 BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta mencatat ada 43.334 kasus pada jumlah pengajuan jaminan hari tua (JHT). "Jumlah pembayaran hingga November 2015 sudah mencapai Rp2,51 trilyun atau rata-rata pembayaran per hari sebesar Rp11,43 miliar," kata Endro Sucahyono, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, di Jakarta, Rabu (16/12).

Endro menyebutkan, jumlah kepesertaan Program Jaminan Pensiun untuk Kanwil DKI Jakarta sejak 1 Juli-November 2015 sebanyak 2.715 perusahaan atau melampaui target tahun ini sebanyak 860 perusahaan.

"Dari perusahaan-perusahaan yang sudah ikut program pensiun, jumlah tenaga kerja berpartisipasi sebanyak 1.895.720 orang atau di atas target 2015 sebanyak 623.479 tenaga kerja," katanya.

Sementara ia mengaku, pada 2016 pihaknya akan secara intensif mengejar perusahaan besar yang belum mengikuti Program Jaminan Pensiun.

"Dari 2.715 perusahaan yang mendaftar Program Jaminan Pensiun di (Kanwil BPJS Ketenagakerjaan) DKI Jakarta, ternyata itu bukan perusahaan besar," katanya.

Menurut Endro, penolakan perusahaan besar untuk mengikuti Program Jaminan Pensiun, karena alasan sudah terbentuknya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). "Mereka masih gengsi, karena mempunyai DPLK. Tetapi, pada 2016 akan kami kejar," jelasnya.

Ia mengungkapkan, besarnya potensi penerimaan BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan tersebut, memaksa Badan untuk membentuk tim pemeriksa dan pengawasan dalam upaya menarik perusahaan-perusahan besar mengikuti Program Jaminan Pensiun.

"Kami akan memulai dengan pendekatan edukasi. Tetapi, kalau sudah sampai enam bulan tidak ada tindak lanjutnya, maka kami akan memberi (SP) surat peringatan," tutur Endro.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
16-12-2015 22:49