Main Menu

Kereta Cepat Akan Langsung Terhubung dengan Transportasi Lokal

didi
05-01-2016 12:17

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (ANTARA/HO)

Jakarta, GATRAnews - Kereta api cepat Jakarta–Bandung yang akan mulai dibangun (groundbreaking atau peletakan batu pertamanya) pada 21 Januari ini, akan menghubungkan jalur dari ruas Halim (Jakarta) hingga Gedebage (Bandung).

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengatakan, di Bandung masih didiskusikan apakah yang dipilih Gedebage atau Tegal Luar. Meski wilayah Tegal Luar dan Gedebage sama-sama berada di Kabupaten Bandung, namun ada perbedaan letak atau posisinya.

“Bedanya Tegal Luar sebelah kanan tol, kalau Gedebage sebelah kiri tol ya, itu bedanya,” kata Heryawan, sebagaimana dikutip dari laman Setkab, di Jakarta, Selasa (5/1).

Gubernur Jabar menambahkan, setelah tiba di kabupaten Bandung, baik itu di Gedebage maupun di Tegal Luar, tentu tidak selesai sampai di situ, karena para penumpang atau masyarakat, yang menggunakan jasa kereta cepat Bandung-Jakarta harus melanjutkan perjalanannya dengan moda transportasi lainnya.

“Jadi, diperlukan kereta ringan atau light rail transit (LRT) untuk Bandung Raya, sementara di Kota Bandung dulu akan segera diselesaikan secara bersama-sama. Tetapi kemudian karena Bandung ini sudah seperti Jakarta Raya ya, Jabodetabek ya, seperti LRT Jakarta kan, Jakarta dengan Tangerang, dengan Bekasi, dengan Depok, dan dengan Bogor,” jelas Heryawan.

Karena itu, lanjut dia, pada saat bersamaan juga ketika ada LRT di Bandung yang akan terintegrasi dengan kereta cepat Jakarta-Bandung, maka yang terhubungkan, terkoneksi tidak hanya Kota Bandung tetapi juga kabupaten/kota sekitarnya, atau kami sebut dengan Bandung Raya.

“Jadi ada Kota Bandung, ada Kabupaten Bandung, ada Kabupaten Bandung Barat, ada kota Cimahi, ada Kabupaten Sumedang, itulah yang disebut dengan Bandung Raya,” tegas Heryawan.

Ia menyebutkan, kira-kira kalau ke Bandung Raya di kabupaten Bandungnya ke Soreang, kalau ke Bandung Baratnya ke Ngamprah atau Padalarang, ke Sumedangnya ke Tanjung Sari, Sumedang. Nah, tentu jika ke Cimahi itu masih berdekatan dengan Bandung meski berpisah daerah, untuk itulah maka Cimahi masuk kategori Bandung raya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menambahkan, kereta api cepat ini dimulai dari Halim ke Bandung. Di Halim, kata Djarot, stasiun akan menempati lahan milik Kementerian Pertahanan, sehingga tugas Pemerintah Provinsi Jakarta adalah mengintegrasikan kereta api cepat ini dengan stasiun Manggarai.

Menurut Djarot, kereta cepat Jakarta–Bandung itu nanti akan terintegrasi dengan kereta api dari Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai. “Kami akan sediakan bus TransJakarta, kita integrasikan dengan TransJakarta, termasuk kita integrasikan dengan LRT,” kata Djarot.

Untuk masalah perizinan, zonasi, menurut Wagub DKI, pihaknya sudah mengajukan izin untuk zonasi pembangunan high speed rail, sudah. Dan kepada Kementerian Perhubungan tanggal 14 sudah selesai semua.

“Kami harapkan dengan adanya kereta api cepat Jakarta-Bandung, maka akan mampu mengurangi beban lalu lintas, baik itu di jalan tol maupun di Jakarta,” pungkasnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
05-01-2016 12:17