Main Menu

Layanan Memburuk, Penumpang KA Pangrango Sukabumi-Bogor Teken Change.org

Nur Hidayat
09-01-2016 17:53

KA Pangrango melayani relasi Sukabumi-Bogor (GATRAnews/Wikipedia)

Sukabumi, GATRAnews – Ratusan penumpang KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor menyatakan kekecewaan mereka atas pelayanan PT KAI yang memburuk sejak awal tahun ini. Mereka pun sepakat mengadakan petisi online lewat situs Change.org dengan tuntutan "Kembalikan Kelas Eksekutif, Tiket Online dan Tambah Kelas Ekonomi juga Jadwal KA Pangrango PT KAI".

“Petisi kami buat setelah mengalami kebuntuan komunikasi pada peristiwa-peristiwa sebelumnya dengna pihak KAI. Saluran yg disediakan semacam email, hotline termasuk twitter @KAI121 seringkali memberikan jawaban normatif, malah kadang tidak ada jawaban sama sekali,” tutur Hendy Faizal, penggagas petisi online tersebut, Sabtu (9/1).

Egon, demikian ia biasa disapa, mengaku sebagai salah satu pengguna setia KA Pangrango. Moda transportasi kereta api menjadi pilihan karena kondisi lalu lintas jurusan Sukabumi-Ciawi-Bogor-Jakarta sangat padat dan sering macet tak ketulungan. “Jadi KA Pangrango bukan hanya moda alternatif seperti halnya KA-KA lain. KA Pangrango sudah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sukabumi dan Bogor disebabkan volume dan kelebihan kapasitas jalur jalan darat Ciawi – Sukabumi,” kata Egon.

Hendy Faizal saat hadir dalam pertemuan di DPRD Kota Sukabumi (GATRAnews/dok)

Namun, mutu pelayanan KA Pangrango memburuk menjelang akhir tahun karena perbaikan jalur rel. Jadual perjalanan sering terlambat hingga 2-3 jam. Selain itu, setelah beberapa tahun beroperasi, kondisi layanan fasilitas tidak membaik. Mulai dari kondisi toilet yang jorok, sistem pendingin yang sering rusak dan bocor, hingga kondisi bangku yang sangat sempit dan berdesakan. Walau begitu, yang membuat ratusan pelanggan KA Pangrango jengkel adalah diberhentikannya penjualan tiket online serta dihapuskannya gerbong kereta api eksekutif sejak awal tahun.

Sebab itulah, lanjut Egon, pendukung petisi online ini cukup besar. Sejak dipublikasikan pada 4 Januari lalu, tanda tangan yang terkumpul telah mencapai 931 pendukung dan terus bertambah hingga 9 Januari.

Sejauh ini, dari pantauan GATRAnews, petisi tersebut cukup mendapat perhatian pemerintah, walaupun belum optimal. Atas prakarsa Rojab Asyari, anggota DPRD Kota Sukabumi, diadakanlah pertemuan dengan berbagai pihak terkait untuk membicarakan masalah ini, pada Rabu (6/1). Saat itu yang hadir antara lain anggota Komisi I DPRD Kota, perwakilan PT KAI, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan para pendukung petisi online.

Menurut Egon, PT KAI melalui Daops I menyatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan proses teknis untuk kembali memasangkan gerbong eksekutif pada rangkaian KA Pangrango Bogor-Sukabumi-Bogor dan mengembalikan sistem online ticketing pada relasi tersebut. “Bahkan menurut info dari salah satu pejabat internal, KA Pangrango akan dilengkapi 2 gerbong eksekutif sebagaimana dulu pertama kali beroperasi,” tutur Egon.

Namun pada relasi Sukabumi-Cianjur-Padalarang, PT KAI tetap mengoperasikan KA Perintis bersubsidi (PSO Public Service Obligation) dengan harga tiket sebesar Rp 3.000 dan non online ticketing - sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI no 160 Tahun 2015.

Sejauh ini, lanjut Egon, para pendukung petisi cukup puas dengan respon ini jika hal yang dijanjikan terealisasi. Namun mereka masih berharap pada penambahan gerbong ekonomi dan jadual menjadi 4 pemberangkatan masih menjadi misi petisi selanjutnya. “Ini sangat relevan dan merupakan implikasi dari peningkatan kualitas rel sepanjang Bogor - Sukabumi akhir tahun lalu,” tutur Egon.


Reporter: Nur Hidayat


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Nur Hidayat
09-01-2016 17:53