Main Menu

Ini Sejumlah Tawaran Pemerintah Inggris untuk Papua

Nur Hidayat
21-01-2016 11:15

Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Dubes Inggris untuk RI Moazzam Malik (GATRAnews/Khatarina Lita)

Jayapura, GATRAnews- Pemerintah Inggris menawarkan kerjasama pelatihan kepolisian di Inggris bagi anggota polisi yang bertugas di Papua. Tawaran ini disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik saat melakukan kunjungan ke Mapolda Papua, Rabu (20/1). Saat ini, menurut Moazzam pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Mabes Polri dan telah bertemu langsung dengan Kapolri.

“Kami juga telah berdiskusi langsung dengan Pak Haiti tentang program kerjasama latihan kepolisian bersama di Inggris ini. Saat ini pun pelatihan sedang disiapkan di Semarang. Jika anggota polisi Papua berminat dalam hal ini, bisa langsung ke Mabes Polri,” jelasnya, usai bertemu dengan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut keduanya juga berdiskusi tentang situasi keamanan di Papua dan sejumlah insiden yang selama satu tahun ini terjadi di Papua. “Kami juga berdiskusi bagaimana cara mengendalikan resiko keamanan Papua, karena tanpa aman tidak bisa melakukan pembangunan,” katanya.

Pemerintah Inggris juga mengakui Papua sebagai bagian dari NKRI. Masa depan Provinsi Papua penting untuk masa depan Indonesia dan Papua salah satu provinsiyang memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga memiliki masalah politik dan HAM.

“Tetapi kami selalu menekankan persatuan Indonesia untuk pembangunan. Kebijakan pemerintah saya pun sangat jelas, kami mendukung Papua sebagian dari Indonesia dan mendukung Presiden Joko Widodo dan Pemprov Papua dalam pembangunan,” ungkapnya Moazzam yang diakhir kunjungannya ke Polda Papua saling bertukar cinderamata.

Dalam kunjungannya ke Papua hari ini, Moazzam juga bertemu dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe, membicarakan masalah berbagai isu, seperti perubahan iklim, pendidikan dan pembangunan.

Untuk mencegah penggundulan hutan dalam skala besar dan memperbaiki perencanaan tata ruang, Inggris juga menyediakan 8,5 juta Poundsterling untuk Protarih yakni program tata ruang dan investasi hijau di Kabupaten Biak Numfor dan Pegunungan Tengah yang telah berlangsung sejak Juni 2013 hingga Februari 2016.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia juga melakukan pertemuan dengan mahasiswa di Universitas Cenderawasih, untuk berperan aktif ikut dalam beasiswa dari pemerintah Inggris.


Reporter: LLL

Editor: Nur Hidayat 

Nur Hidayat
21-01-2016 11:15