Main Menu

Astronot Eropa Datangi Sulteng Saksikan GMT

Tian Arief
09-03-2016 13:41

Gerhana Matahari Total di Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA/Yusran Uccang/HR02)

Palu, GATRAnews - Astronot Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) bekebangsaan Belanda, Andre Kuipers, turut memantau Gerhana Matahari Total (GMT) dari lapangan sepak bola Kotapulu, Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu pagi (9/3). Kuipers pertama kali melakukan misi ke stasiuan angkasa luar internasional pada 2004, dan kembali sepuluh hari kemudian. Selanjutnya dia melakukan misi sama pada akhir 2011 dan kembali ke Bumi pada Juli 2012.

Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, ia merasa nyaman dengan Kota Palu sebagai tempat yang ditetapkan Baadan Metereologi Klimatologi dan Geofisika sebagai salah satu titik pemantauan GMT karena lokasinya cukup strategis.

Kuipers, yang tiba di Indonesia 3 hari lalu melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali itu, kepada Antara mengaku memiliki seorang kawan kelahiran Sulawesi Selatan. Dia selanjutnya menuju Kota Palu.

Bagi Kuipers, GMT adalah fenomena alam yang sangat unik dan bagus untuk dinikmati. Dia sudah lima kali melihat gerhana matahari, salah satunya di Tiongkok dengan durasi waktu sekitar tujuh menit.

Pada kunjungannya ke Palu, dia membawa beberapa pendamping dan juga peralatan pemantau gerhana. Kuipers mengaku senang bisa menikmati gerhana matahari total bersama masyarakat Indonesia.

Sambil menunggu detik-detik GMT, dia berbincang-bincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla seputar gerhana matahari.

Kuipers bersama rekan-rekannya melampiaskan kegembiraannya dengan saling berpelukan, setelah matahari tersingkap kembali dari tutupan bulan.

Kegembiraan yang sama juga ditunjukkan para peneliti dan wisatawan lainnya. Di tempat itu, BMKG memasang dua alat teropong lengkap dengan monitor layar lebar, sehingga pengunjung bisa memantau gerhana tanpa melihat secara langsung ke arah matahari.


Editor: Tian Arief


Tian Arief
09-03-2016 13:41