Main Menu

Bandara Supadio Ditargetkan Tampung 3,2 Juta Penumpang

Tian Arief
02-04-2016 00:25

Proyek perluasan terminal Bandara Supadio Pontianak (GATRAnews/Dok AP II)

Pontianak, GATRAnews - Bandara Supadio Pontianak pada 2017 ditargetkan mampu menampung 3,2 juta penumpang per tahun. Untuk mencapai target tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero), selaku pengelola bandara di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat itu, akan mengembangkannya hingga lima kali lebih besar dari kapasitas yang ada saat ini.

Menurut siaran pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Jumat (1/4), terminal penumpang Bandara Supadio dinilai telah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity), sehingga perlu diatasi dengan membangun terminal penumpang yang baru.

Pada 2011, pengembangan Bandara Supadio sudah dimulai, dan kini telah mencapai tahap III. Pengembangan Bandara Supadio dilakukan bertahap, agar pelaksanaannya tidak sampai menghentikan operasional bandara.

Pembangunan Tahap I diawali pemancangan tiang pertama, yang menelan dana Rp 65 milyar. Angkasa Pura II sebagai pengelola menggandeng dua kontraktor nasional, masing-masing PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek. Diperkirakan pengembangan Bandara Supadio bakal menghabiskan total dana Rp 400 milyar.

Bangunan terminal penumpang yang baru dibangun di atas lahan seluas 32.000 meter persegi, atau lima kali lipat lebih luas dari terminal yang digunakan saat ini, yang luasnya 6.936 meter persegi.

Perkembangan pembangunan Bandara Supadio tahap III hingga Maret 2016, sudah terealisasi 60% untuk pengembangan terminal, serta 26,8% untuk fasilitas bandara, meliputi pengerjaan pondasi dan pekerjaan pelat pada lantai pertama sampai lantai tiga. Diperkirakan pekerjaan tersebut rampung pada Mei 2016, pengerjaan atap baja ditargetkan selesai pada Oktober 2016, sehingga operasional bandara dapat dilaksanakan di pertengahan Desember 2016.

Program pengembangan Bandara Supadio juga mengagendakan pembangunan landasan pacu baru berukuran 3.000 x 60 meter, pembangunan taxiway pararel, serta perluasan apron untuk mengantisipasi kehadiran pesawat-pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 767 series. Saat ini, ukuran terbesar yang mendarat di Bandara Supadio adalah pesawat-pesawat sejenis Boeing 737.

Menurut Dirut Angkasa Pura II (AP II) Budi Karya Sumadi, pada tahap III ini akan dilakukan percepatan pekerjaan dengan penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja, serta menambah alat pendukung lainnya.

“Secara teknis AP II akan melakukan percepatan atau overlapping, terutama pada perkerjaan arsitektur dan struktur,” ungkapnya. Lebih jauh Budi Karya menjelaskan, dalam waktu dekat dia akan membentuk tim orret untuk pengoperasioan ultimate sekaligus percepatan tenant mixing.

Bandara Supadio kini melayani rute penerbangan domestik maupun rute internasional ke sejumlah tujuan yang dilayani enam maskapai, masing-masing Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Batavia Air, Kalstar, serta Trigana. Total penerbangan rata-rata per hari sebanyak 64 penerbangan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
02-04-2016 00:25