Main Menu

Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa di Garut

Iwan Sutiawan
07-04-2016 09:22

Seorang warga Garut sedang naik sepeda (dok. Gatra/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum menerima adanya korban jiwa dan kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Garut dan kabupaten lainnya di Jawa Barat, pada pukul 21.45 WIB, Rabu malam (6/4).

"Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan memang cukup keras. Namun tidak merusak," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Kamis (7/4).

Namun demikian, BPBD Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat masih melakukan pemantauan di lapangan untuk mengkaji dampak gempa. Delapan kecamatan di Kabupaten Garut, yaitu Pameungpeuk, Bungbulang, Cisompet, Caringin, Banjarwangi, Singajaya, Mekarmukti, dan Cikelet dilaporkan kondisi aman, tidak ada kerusakan bangunan.

"Masyarakat sempat merasakan gempa susulan 4,7 SR, Rabu, pukul 22.00 WIB dengan pusat gempa di barat daya Garut pada kedalaman 61 kilo meter. Aktivitas masyarakat normal saat ini," kata Sutopo.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap gempa yang bisa datang mendadak dan tidak dapat diprediksikan. Dapat terjadi kapan saja tanpa ada peringatan sebelumnya.

Wilayah di Selatan Jawa memang rawan gempabumi dan tsunami. Sumber ancaman gempa berasal dari jalur subduksi atau pertemuan lempeng tektonik Hindia Australia dan lempeng Eurasia. Kedua tumbukan lempeng tadi bergerak aktif rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah utara dan timur laut.

"Pelepasan energi gempa besar baru terjadi di selatan Banyuwangi pada tahun 1994 dan selatan Pangandaran tahun 2006. Sedangkan daerah di sepanjang jalur subduksi lainnya tidak diketahui karena terbatasnya data, sehingga dikenal sebagai seismic gap. Selain itu, ancaman gempa juga dari sesar yang ada di darat seperti sesar Lembang, Cimandiri, Opak, dan lainnya.

Pemda, masyarakat, dan dunia usaha perlu meningkatkan latihan dan sosialisasi agar masyarakat siap menghadapi gempa dan tsunami. Bangunan harus kuat dengan konatruksi tahan gempa. Anak-anak sekolah perlu diedukasi dan dilatihkan terus menerus.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
07-04-2016 09:22