Main Menu

ITB kebanjiran, Apa Kata Pakar Meteorologi

Dani Hamdani
15-04-2016 12:39

Banjir di kampus ITB (Facebook/Ted Kesgar)

Jakarta, GATRAnews - ITB Kebanjiran Jumat pagi ini jadi trending topik di banyak group Alumni ITB. "Pusatnya engineer aja bisa kebanjiran..... malu ah," ujar Setya Aditya Wibowo, di salah satu group Facebook alumni ITB yang anggotanya lebih 5000 orang. Gambar genangan air di dekat Aula Timur yang beken itu kontan mendapat ratusan komentar.

 

Di beberapa group Whatsapp,  kabar banjir ITB jadi pembicaraan hangat. "Kalau di ITB banjir, bagaimana di St Angela dan sekitarnya bagaimana se atap?," celoteh Subakat Hadi di group Alumni Kimia ITB. St Angela terletak jauh di bawah ITB, tepatnya di depan Kantor Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang juga alumni ITB.

 

"Aku rencananya mau ke ITB hari ini, tapi klo Bandung dan ITB banjir mending reschedule," kata Evi Dwi Nofiarny di Group Alumni ITB 88.

 

Banjir memang melanda kota Bandung pada Kamis sore (14/4/16) kemarin. Hujan besar dan angin menumbankan beberapa pohon tumbang di Jalan Dago.  

 

Curah Hujan Kota Bandung, Kamis 14 April 2016 (GATRAnews/Armi Susandi)
Curah Hujan Kota Bandung, Kamis 14 April 2016 (GATRAnews/Armi Susandi)

"Hujan pada pukul empat sore, kemarin, memang terbilang sangat deras, termasuk di ITB mencapai 27 mm dalam 3 jam," kata Dr Armi Susandi. Menurut Kepala Program Studi Meteorologi ITB ini, curah hujan dengan intesitas lebih dari 20mm dalam 3 jam itu sudah termasuk kategori sangat lebat.

 

Namun, lanjut Armi, banjir terjadi bukan hanya karena hujan lebat itu saja. "Drainase di Bandung tidak lagi punya kapasitas menampung air hujan," katanya. "Apalagi curah hujan yang sangat lebat tersebut," lanjutnya.

 

Menurut Armi, saat ini ITB sedang mengajukan proposal ke Pemerintah kota Bandung untuk melakukan kajian besaran drainase yang seharusnya di bangun di Kota Bandung.

 

"Perlu kerjasama banyak pihak, setidaknya ahli dari tehnik sipil, planologi, termasuk dari meteorologi," katanya.

 

Dalam proposal tersebut juga ada sistem informasi peringatan dini curah hujan, angin kencang untuk 2 hari ke depan. Aplikasi tersebut sebagai peringatan dini bencana hidrometeorologi di Kota Bandung.

 

"Sistem yang akan dibuat tersebut nanti  dapat di akses melalui aplikasi android dan IOS sehingga warga Bandung dan pengujung ke kota bandung dapat mengetahui prediksi cuaca dengan resolusi dan ketepatan tinggi," kata Armi via Whatsapp pada GATRAnews.

 

Dengan adanya aplikasi tersebut, maka Evi Nofiarny tak perlu lagi bertanya untuk sekadar rencana perjalanan ke Bandung.


Editor: Dani Hamdani 


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Dani Hamdani
15-04-2016 12:39