Main Menu

Tim SAR Evakuasi Mahasiswa Kecelakaan di Gn Slamet

Tian Arief
18-04-2016 11:53

Ilustrasi anggota tim SAR gabungan (ANTARA/Cucuk Donartono/re1)

Banyumas, GATRAnews - Upaya tim SAR (Search and Rescue) melakukan evakuasi terhadap seorang Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) yang mengalami kecelakaan di Gunung Slamet Jawa Tengah masih berlangsung. Demikian dikatakan Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Heriyana Ady Chandra.

"Tadi sekitar pukul 07.40 WIB, tim SAR yang naik ke atas sudah menjangkau korban. Ini masih dikoordinasikan dulu, kita lihat kondisi korban termasuk 12 temannya bagaimana," kata Heri kepada Antara, di Baturraden, Kabupaten Banyumas, Senin (18/4).

Jika sudah siap, tutur Heri, korban bernama Irfan, 19 tahun, bersama 12 rekannya akan segera diturunkan dari gunung yang berada di dekat perbatasan dengan Jawa Barat itu. Menurut dia, pihaknya terus berkomunikasi dengan tim SAR yang berada di atas meskipun jaringan komunikasinya sering mengalami gangguan.

"Kita upayakan turunkan pagi hari ini melalui jalur Baturraden. Diperkirakan akan sampai Baturraden dalam waktu empat hingga enam jam, sesuai perlakuan dengan orang yang masih hidup," ucapnya.

Menjawab pertanyaan soal isu bahwa korban Irfan sudah meninggal dunia, Heri menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. "Masih hidup. Informasi terakhir, dia masih hidup, masih sadar," ujarnya menegaskan.

Heri mengatakan, medan pada jalur Baturraden sangat ekstrem sehingga memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena ada medan yang terjal, turunan yang curam, dan banyak akar pohon besar yang menghalangi jalan.

Kendati demikian, tuturnya, tim SAR gabungan tetap mengupayakan penjemputan dan evakuasi melalui jalur Baturraden meskipun jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga, relatif lebih aman.

"Kalau lewat Bambangan harus naik gunung lagi, pertimbangannya itu, sehingga lewat Baturraden. Kemudian, tim yang menangani juga lebih siap di Baturraden termasuk penyiapan personel antaretape di pos-pos pendakian dan kami sudah menyiapkan peralatan," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, jalur Baturraden memiliki jarak tempuh yang lebih cepat jika dibanding dengan melalui jalur Bambangan yang medannya relatif lebih mudah dilalui.

Irfan merupakan anggota Mapala UI yang dilaporkan mengalami kecelakaan, saat bersama 12 rekannya melakukan pendakian Gunung Slamet. Informasi mengenai kecelakaan yang dialami pendaki tersebut pertama kali diterima oleh Satuan Penanganan Bencana (Satgana) Palang Merah Indonesia (PMI) Tegal, yang diteruskan ke Posko PMI Banyumas pada Minggu (17/4), sekitar pukul 10.00 WIB.

Rombongan Mapala UI yang berjumlah 13 orang terdiri atas sembilan laki-laki dan empat perempuan itu melakukan pendakian Gunung Slamet melalui jalur Guci, Kabupaten Tegal, dan berencana akan turun melalui jalur Baturraden, Banyumas.

Namun sesampainya di areal pasir atau sekitar puncak Gunung Slamet dalam perjalanan dari jalur Guci menuju Baturraden, korban terjatuh dan berguling-guling sehingga mengalami luka di sekitar kepala, kaki, dan tulang rusuk, dalam kondisi setengah sadar.

Korban selanjutnya dibawa rekan-rekannya menuju areal vegetasi di sekitar Pos Plawangan.

Terkait hal itu, tim SAR gabungan yang terdiri atas Tagana Banyumas, PMI Banyumas, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), Radenpala, Pramuka Peduli, Banser, SAR Sekolah Pelayaran Maritim Purwokerto, dan sejumlah potensi SAR lainnya melalukan upaya penjemputan dan evakuasi terhadap korban beserta 12 rekannya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
18-04-2016 11:53