Main Menu

Zumi Zola: Kontrak Angsoduo Otomatis Diperpanjang

Nur Hidayat
19-04-2016 10:53

Gubernur Jambi, Zumi Zola (GATRA/Rifki M Irsyad/HR02)

Jambi, GATRAnews. - Gubernur Jambi, Zumi Zola memastikan bahwa kontrak pembangunan pasar Angsoduo yang berakhir pada 9 April 2016 lalu secara otomatis karena kontraknya menyebutkan demikian. Padahal Pemerintah Provinsi (Pemprov) belum mengantongi kajian hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

“Kita sudah kantongi rekomendasi BPKP, saya sudah kumpulkan instansi terkait dan akhirnya kami memutuskan bahwa kontrak pembangunan pasar Angsoduo itu secara otomatis diperpanjang,” katanya kepada Gatranews, Senin (18/04) di rumah dinasnya.

Seperti diketahui, selain meminta BPKP untuk mengaudit pembangunan pasar Angsoduo tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi juga meminta Kejaksaan Tinggi Jambi untuk mengkaji secara hukum. Namun ternyata sekalipun kajian hukum dari Kejaksaan belum diterima, toh Pemprov langsung mengambil keputusan untuk memperpanjang pembangunan Angsoduo.

“Memang kajian hukum dari Kejaksaan belum kita terima namun keputusan kami tetap memperpanjang kontrak tersebut, meskipun kami banyak mendapat laporan dari berbagai pihak bahwa pekerjaan tersebut banyak tanda tanyanya,” ujar Zumi.

Menurut Zumi, kontrak diperpanjang selama tiga bulan pertama dan selanjutnya tiga bulan kedua dengan denda per mil perhari. Ketika ditanya apakah pihak investor menggunakan dana pinjaman dari Bank Jambi, menurut Zumi, sepengetahuannya tidak ada. “Silakan tanyakan saja dengan pihak Bank Jambi. Kalau kemudian ada itu artinya bohong,” katanya.

Sebelumnya Direktur Pemasaran Bank Jambi, Yunsak El Halcon membantah bahwa PT Era Guna Bumi Nusa (EBN) menggunakan dana pinjaman dari Bank Jambi untuk membiayai pembangunan Pasar Angsoduo. “Kalau menabung mereka ada tetapi kalau meminjam tidak ada,” katanya kepada Gatranews, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas PU Provinsi Jambi, Ir Benhard Panjaitan mengatakan bahwa jika pihaknya tidak memperpanjang kontrak PT EBN maka itu akan menjadi preseden buruk bagi investor. “Kontrak memungkinkan PT EBN untuk memperpanjang kontrak. Kalau tidak kita perpanjang ini akan membuat investor takut berinvestasi di sini,” katanya.


Reporter: JSI

Editor: Nur Hidayat 

 

Nur Hidayat
19-04-2016 10:53