Main Menu

MUI Larang Tradisi Mandi Balimau Campur Pria dan Wanita

Tian Arief
29-05-2016 11:08

Mandi balimau (GATRAnews/antarasumbar.com)

Mukomuko, GATRAnews - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Saikun, mengingatkan umat Islam di wilayahnya agar tidak melakukan lagi mandi balimau, yakni mandi bersama laki-laki maupun perempuan, sebagai tradisi "membersihkan diri" sebelum datangnya bulan Ramadan.

"Kalau mandinya dilakukan bersama-sama di sungai yang tidak boleh, karena mengarah kepada perbuatan maksiat," kata Saikun kepada Antara, di Mukomuko, Sabtu (28/5).

Selama ini, warga masyarakat setempat selalu melakukan tradisi mandi balimau, dengan tujuan membersihkan diri secara lahir dan batin, sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Ia menuturkan, MUI tidak melarang warga setempat melaksanakan tradisi mandi balimau, karena kebiasaan seperti itu sudah ada sejak lama dan turun temurun dari dulu sampai sekarang, asalkan tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan.

"Tetapi terpisah, jauh dari pandangan. Silahkan mandi balimau di sungai tetapi lokasinya tidak berdekatan sehingga tidak ada kesempatan orang berbuat maksiat," ujarnya.

Selain dengan cara itu, katanya, sebaiknya warga melakukan mandi balimau sendiri-sendiri di rumahnya. Karena yang paling penting tujuannya untuk membersihkan tubuh secara lahir.

Ia menyatakan, agar aktivitas mandi balimau tidak mengarah kepada hal negatif sebaik dihindari perbuatan maksiat.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
29-05-2016 11:08