Main Menu

Mulai 30 Agustus, Polisi Tilang Pelanggar Ganjil Genap

Tian Arief
27-07-2016 09:50

Sistem pembatasan kendaraan dengan nomor kendaraan ganjil genap (ANTARA/Prasetyo Utomo/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Mulai 30 Agustus 2016, kepolisian akan melakukan penegakan hukum bagi pelanggar pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap. Polisi akan mengambil STNK serta memberi surat tilang. Bila ada indikasi pemalsuan STNK dan/atau pelat nomor kendaraan, pengendara akan ditilang dan ditindak pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut informasi dalam brosur yang dibagi-bagikan polisi kepada para pengendara di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7), pembatasan kendaraan untuk mobil dan motor tersebut diberlakukan pada pukul 07.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-20.00 WIB, tepat saat jam-jam sibuk di jalan-jalan protokol.

Kendaraan yang tidak kena kebijakan itu, antara lain kendaraan Presiden, Wakil Presiden, kendaraan pejabat negara, angkutan umum pelat kuning, ambulan, kendaraan pemadam kebakaran, dan truk angkutan barang sesuai peraturan gubernur.

Sementara itu, polisi dan petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta membagi-bagikan brosur sosialisasi pembatasan lalu lintas ganjil genap tersebut kepada para pengendara yang melewati Bundaran Hotel Indonesia, Rabu. Metode pelaksanaan kendaraan bernomor polisi ganjil beroperasi pada tanggal ganjil dan nomor polisi genap pada tanggal genap.

Di lampu merah, para petugas membagikan brosur biru berisi rencana pelaksanaan lalu lintas ganjil genap bagi kendaraan bermotor. Menurut pengamatan Antara, ada beberapa pengendara yang berinisiatif meminta brosur tersebut pada polisi yang sedang bertugas. Brosur tersebut berisi waktu pelaksanaan ganjil genap, titik-titik pengawasan dan kendaraan apa yang bebas dari kebijakan ini.

Sejak 27 Juli hingga 26 Agustus 2016, para petugas hanya memberikan brosur-brosur sembari menjelaskan sistem ganjil genap kepada pengendara, khususnya mereka yang nomor pelat kendaraannya tidak sesuai dengan waktu pemberlakuan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
27-07-2016 09:50