Main Menu

Dinas Kebersihan DKI Kelola Sendiri Bantargebang pada September 2016

Tian Arief
07-08-2016 14:16

TPST Bantargebang (Dok.GATRA/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Kepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adji, di Jakarta, Minggu (7/8), menyatakan, swakelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berlokasi di Bekasi, akan dimulai pada September 2016. "Sekarang ini masih masa transisi dari pengelola lama," kata Isnawa kepada Antara. Masa transisi itu setidaknya butuh waktu dua bulan.

Pengelola lama, yaitu PT Godang Tua Jaya dan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) akan menyerahkan pengelolaan TPST Bantargebang itu kepada Dinas Kebersihan DKI Jakarta. "Jadi, masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan," katanya menambahkan.

Salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum swakelola dimulai, menurutnya, adalah masalah pengambilalihan mantan pekerja PT Godang Tua Jaya dan PT NOEI.

"Sebelumnya, jumlah eks pekerja ada sebanyak 381 orang. Namun, kami lakukan lagi pendataan ulang secara keseluruhan. Ternyata, jumlahnya bertambah menjadi 465 orang. Selanjutnya, para pekerja itu akan kami rekrut," ujar Isnawa.

Ia menuturkan, seluruh eks pekerja PT Godang Tua Jaya dan PT NOEI akan direkrut menjadi pekerja harian lepas (PHL) Dinas Kebersihan DKI Jakarta dan diberikan gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp3,1 juta serta mendapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Selain itu, kami juga sedang mendata jumlah pemulung yang berada di TPST Bantargebang. Kami akan ajak para pemulung itu bekerja sama. Kami akan berikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan kepada para pemulung yang ada di situ," tutur Isnawa.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan walaupun masih dilakukan pendataan, eks pekerja Godang Tua Jaya dan NOEI sudah langsung bekerja menangani sampah yang berasal dari Kota Jakarta yang sudah mencapai 7.000 ton per hari dan diangkut dengan 1.100 truk per hari.

"Sambil menunggu pengadaan alat berat, kami pun berupaya melakukan penambahan alat berat dengan meminjam dari Dinas Tata Air DKI, Dinas Bina Marga DKI, dan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jadi, pengolahan sampah terus berjalan," kata Isnawa.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
07-08-2016 14:16