Main Menu

Menteri Susi dan Keriuhan 17-an di Natuna 

Hidayat Adhiningrat P.
18-08-2016 09:34

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Natuna, 17 Agustus 2016 (GATRA/Hidayat Adiningrat)

Natuna, GATRANews - Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 di Kecamatan Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau dimeriahkan oleh atraksi Sea Rider TNI. Sebanyak 3 buah Sea Rider memamerkan kemampuannya di pantai Kencana, tepat di samping lapangan tempat upacara kemerdekaan dilaksanakan (17/8).

 

Acara peringatan Kemerdekaan RI tersebut dihadiri oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Usai upacara, masyarakat yang hadir di lapangan diberi unjuk penampilan drum band oleh siswa-siswa SMA. 

 

Sementara itu di area perairan beberapa sea Rider juga turut menampilkan aksinya. Mereka mengelilingi sisi perairan di pantai Kencana sambil membawa bendera merah putih. Di sekitarnya, beberapa perahu nelayan berbendera indonesia lego jangkar untuk ikut memeriahkan acara.

 

Ratusan penduduk hadir di Lapangan Kencana, mereka terbagi menjadi dua kerumunan. Satu di lapangan Kencana dan lainnya berada di samping pantai untuk menyaksikan atraksi sea rider. 

 

Susi Pudjiastuti sendiri tampak tertarik menyaksikan atraksi dari para Sea Rider. Susi langsung mendatangi sisi pantai untuk turut menyaksikan atraksi tersebut. Dia langsung dikelilingi oleh penduduk yang meminta foto bersama maupun untuk sekedar menyapa, "Mana ibu menterinya? Oh itu dia" ujar warga dengan riang.

 

Susi menyambut sapaan para warga dengan menyampaikan salam dari Presiden, "Semuanya, dapat salam dari Pak Jokowi ya" kata Susi kepada masyarakat yang berkerumun di pantai Kencana.

 

Apel Siaga Satgas 115

 

Usai mengikuti acara peringatan hari kemerdekaan di Lapangan Kencana, Susi beserta rombongan langsung berangkat ke Makolanal (Markas Komando Pangkalan AL) Ranai. Di sini, Susi melakukan peninjauan penampungan sementara nelayan asing. Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut Arif Badrudin, menunjukan contoh barang bukti berupa bom yang digunakan nelayan ilegal untuk menangkap ikan di laut kepada Susi. "Ini beberapa bom selaku alat bukti yang kami amankan," ujar Arif kepada Susi. 

 

Arif juga menjelaskan bagaimana para nelayan ilegal tersebut dibina selama ini di Lanal Ranai. "Kami juga memberikan pembinaan secara agama, karena jika kepada Tuhan saja mereka tidak takut bagaimana kepada sesama manusia," katanya.

 

Usai peninjauan penampungan nelayan asing dan barang bukti, Susi memimpin apel siaga satgas pemberantasan ikan secara ilegal (Illegal Fishing) bersama jajaran MakoLanal Ranai. Di hadapan petugas operasional Satgas pemberantasan Illegal Fishing tersebut, Susi menegaskan bahwa Natuna dan pulau terdepan lainnya adalah bagian dari Indonesia.  

 

"Misi dan visi pemerintah juga menginginkan laut menjadi masa depan bangsa, Natuna adalah salah satu bagian bangsa Indonesia yang sangat kaya termasuk di bidang perikanan," katanya.

 

Perikanan, lanjut Susi, bukan hanya sebatas dari ikannya saja namun juga termasuk rumput laut, teripang, udang, lobster, dan beragam produk laut lainnya. Natuna juga menjadi titik peninggalan sejarah, banyak kapal tenggelam yang didalamnya membawa muatan-muatan berharga. "Selayaknya itu jadi milik bangsa. Kita ingin menjaga laut untuk menjadi masa depan bangsa kita, kita ingin menjaga sumber sejarah itu untuk kebesaran bangsa," tegas Susi.

 

Lebih lanjut Susi juga mengatakan bahwa selama ini Natuna hampir menjadi sumber penjarahan sumberdaya perikanan yang dilakukan oleh korporasi-korporasi, nelayan, dan pengusaha yang tidak bertanggung jawab dari negara-negara tetangga. " Sekarang kita harus Stop. Pemerintah juga berkomitmen penuh untuk menutup perikanan tangkap dari investasi asing," ujarnya. 

 

Artinya, kata Susi lagi, nelayan Indonesia harus bisa bergerak dan berusaha bersama untuk mengisi kekosongan ini dan ikut serta membangun natuna. 


Reporter: HAD

Editor: Dani Hamdani 

Hidayat Adhiningrat P.
18-08-2016 09:34