Main Menu

Gunung Barujari Berstatus Waspada

Ervan
28-09-2016 10:20

Gunung Baru Jari mengeluarkan abu vulkanis (ANTARA/Santanu Bendesa/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Gunung Barujari yang merupakan anak Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali meradang. Peningkatan aktivitas vulkanik Barujari menyebabkan letusan dengan abu vulkanik setinggi 2.000 meter pada Selasa (27/9) pukul 14.45 Wita. 

Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka PVMBG menaikkan status Gunung Rinjani dari Normal Aktif (level I) menjadi Waspada (level II) terhitung mulai selasa (27/9) pukul 15.00 Wita. Selanjutnya pemantauan secara intensif terus dilakuka  guna mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Rinjani. 

"Rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas di dalam Kaldera Gunung Rinjani dan di dalam radius 3 km dari kawah Gunung Barujari yang berada di dalam Kaldera Gunung Rinjani," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat pesan singkat, Rabu (28/9). 

Saat anak Gunung Rinjani itu meletus diperkirakan terdapat 389 wisatawan/pengunjung yang masih berada di Gunung Rinjani. Berdasarkan informasi sementara dari Seksi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sejak 25-27 September 2016 terdapat 389 orang wisatawan yaitu 333 orang wisatawan mancanegara dan 56 orang wisatawan lokal yang dilaporkan melalui pintu masuk Sembalun. 

"Saat ini BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Lombok Timur, TNGR, Kepolisian, Pos Pengamatan Gunung Rinjani, dan relawan masih melakukan koordinasi untuk mengetahui kondisi wisatawan/pengunjung yang masih berada di gunung," lanjutnya. Dengan adanya rekomendasi di dalam radius 3 km harus dikosongkan maka semua wisatawan atau pengunjung harus keluar. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

 

 

Ervan
28-09-2016 10:20