Main Menu

Menhub Ajak Rusia Kerjakan Proyek Kereta Api Kalimantan

Fahrio Rizaldi A.
07-10-2016 15:08

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya bersama Dirjen Perkeretaapian Indonesia Prasetyo Bieditjahjono menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Kereta Api Rusia Oleg Belozerov dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin, di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (5/10). Pertemuan ini dilakukan sebelum Menhub melakukan perjalanan dinas nya ke Miangas, dan Natuna. Dalam pertemuan tersebut Menhub membahas rencana kerjasama pengembangan industri kereta api, khususnya perkeretaapian di Kalimantan.

"Indonesia dan Rusia memiliki hubungan historis dan kerja sama dalam bidang pengembangan industri perkeretaapian ini adalah dalam rangka menjaga dan meningkatkan hubungan tersebut," ujar Menhub, melalui keterangan tertulis, Jum`at (7/10).

Kementerian Perhubungan, kata Budi, berkomitmen dan bertanggungjawab dalam pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia. Transportasi, lanjutnya, berpengaruh besar pada pembangunan perekonomian nasional. "Pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Kalimantan merupakan suatu keniscayaan dalam pembangunan ekonomi di kepulauan Kalimantan," ungkapnya.

Menhub juga mengatakan, pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Kalinantan mengalami perubahan lokasi setelah mempertimbangkan aspek ekonomi di wilayah Kalimantan.

Sebelumnya, proyek bernama Borneo Railways Project ini akan dilakukan di Kalimantan Tengah. Setelah melalui pertimbangan dan perundingan, proyek ini dipibdah ke Kalimantan Timur. "Hal ini karena bisnis batubara di Kalimantan Tengah kurang baik. Saya sudah bicara dengan Gubernur Kalimantan Timur terkait masalah dan beliau sangat antusias untuk mendukung rencana ini karena jika batubara bermasalah akan dialihkan ke penumpang terus diarahkan ke tengah untuk mendapat tambahan barang atau minyak," jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub meminta Tim Rusia bersama Ditjen Perkeretaapian segera melakukan diskusi dengan Gubernur Kalimantan Timur tentang perincian proyek ini.

Pemerintah akan segera merealisasikan pembangunan infrastruktur perkeretaapian Trans Kalimantan yang akan dimulai dari Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Barat. Jalur kereta api sepanjang 203 kilometer ini menelan nilai investasi sebesar USD 2.423,11 juta.

Melalui jalur perkeretaapian di Kalimantan, lanjut Menhub, diharapkan dapat mendukung industri batu bara di Kalimantan khususnya arus perpindahan batu bara dari tambang ke pelabuhan sehingga dapat mengurangi beban jalan raya.

Jalur lintasan kereta api ini nantinya akan dilengkapi jalur tenaga listrik tegangan tinggi di sepanjang jalur kereta api. Selain di Kalimantan, Kementerian Perhubungan menawarkan kerja sama dengan pihak Rusia untuk pengembangan perkeretaapian pada lintas Surabaya-Malang.

"Saat ini, pergerakan orang dan barang yang cukup tinggi terjadi antara kedua kota di Jawa Timur tersebut. Namun kondisi jalur kereta api yang masih berupa single track, mengakibatkan sulitnya penambahan kapasitas lintas dan frekuensi kereta api untuk mengakomodasi pergerakan pada lintas tersebut. Hal ini menjadi dasar pertimbangan untuk memprioritaskan pengembangan pada lintas sepanjang 251 km tersebut," tandasnya.



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
07-10-2016 15:08