Main Menu

Seragam Militer NATO Pakai Produk PT Sritex, Bagaimana TNI?

Arif Prasetyo
14-10-2016 00:41

Sukoharjo, GATRAnews - Ingin Membusanakan Dunia. Inilah visi misi PT Sri Rejeki Isman Tbk atau lebih dikenal dengan Sritex. Tak berlebihan memang jika melihat beberapa negara telah menggunakan produk PT Sritex. Bayangkan sekarang ini sudah menggarap seragam militer untuk 30 negara di dunia. Tak tanggung-tanggung negara-negara NATO sudah memiliki standar seragam buatan PT Sritex.


Salah satu keistimewaan seragam militer produksi PT Sritex ini adalah memiliki spesifikasi anti-infra merah. Vice President Director PT Sri Rejeki Isman Tbk Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan seragam tentara itu dipasok untuk pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

"Setelah mendapatkan sertifikasi seragam militer untuk tentara Jerman, kemudian dilanjutkan memasok seragam militer ke NATO serta ke seragam tentara militer negara-negara NATO," ujar Iwan, di Kantor Sritex, Sukohrjo, Jawa Tengah, Kamis (12/10).


Seperti di Eropa, lanjut Iwan, seragam anti infra merah itu dijadikan suatu standar. Namun itu belum menjadi standar di negara Asia. “Jadi tiap negara punya standar sendiri. Misal yang kita jual di negara Timur tengah itu dari segi warna itu kita sesuaikan dengan iklim. Karean negara butuh kenyamanan,” tutur Iwan.

Bukan hanya itu, Iwan mengungkapkan, seragam militer yang dipesan tentara dari negara-negara di kawasan Eropa memiliki spesifikasi tinggi seperti anti-infra merah, anti-nyamuk, anti-bakteri, tahan api dan tahan basah.

"Yang membuat dan mengolah bahannya kita sendiri. Istilahnya in house lah. Saat ini yang paling unggul memang spesifikasi khusus itu," ucap Iwan.

Menurut Iwan dengan pemakain produk seragam militer ke negara NATO, akan berdampak pada tentara Indonesia (TNI). Yakni, bagaimana menularkan spesifikasi dari luar negeri untuk desain Indonesia.


“Ini pun sudah terwujud dalam produk kami yang dipakai oleh pasukan Garuda yang dikirim ke Lebanon (pasukan perdamaian). Itu sudah menggunakan produk kami yakni anti serangga.

Sritex kini sedang menawarkan kepada TNI seragam loreng NKRI. “Ini juga hasil desain dari kami. Lorengnya itu disamarkan dalam bentuk-bentuk kepulauan Indonesia,” ungkap Iwan.


Hanya saja kendalanya pada masalah tender. “Di Indonesia ada aturan tidak bisa dimenangkan oleh satu perusahaan saja. Sistem tender ini tidak memungkinkan satu perusahaan menanganinya,” ujarnya.

Ke depan PT Sritex akan melakukan ke sejumlah militer di negara Afrika dan Eropa. "Kalau untuk Eropa ini sedang melakukan pendekatan ke negara Finladia, tetapi ini masih prematur," kata Iwan.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
14-10-2016 00:41