Main Menu

Jumlah Penerima Bantuan Sosial akan Bertambah di Jatim

Nur Hidayat
26-10-2016 10:56

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Antara/Syaiful Arif/yus4)

Surabaya, GATRAnews -  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan mulai November 2016 akan menambah jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) secara nasional. Khusus Jawa Timur ada tambahan sebanyak 591.000 penerima PKH. "(Targetnya) nanti penerima PKH di Jawa Timur menjadi satu juta lebih," kata Khofifah usai menutup Rapat Koordinasi Pendamping PKH Jawa Timur, di Dyandra Gramedia Expo Surabaya, Selasa (25/10) petang.

Saat ini, lanjut dia, sedang dilakukan pemetaan, sehingga mulai November ini akan dimulai pencairan PKH non tunai. "Di Jawa Timur yang sudah siap ada 222.000. Secara nasional yang sudah siap ada satu juta," ujarnya. Pencairan tahap awal akan dilakukan di Gresik pada 5 November mendatang.

Rapat Koordinasi itu diikuti sekitar 800 pendamping PKH se-Jatim. Turut hadir Dirjend Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dulung, dan Dirjend Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat. Khofifah menjelaskan, acara rapat koordinasi itu dilakukan untuk memaksimalkan pendampingan PKH kepada penerima PKH dari sebelumnya secara tunai menjadi non tunani, sehingga bisa membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. "Secara perlahan, pendamping harus bisa mengubah pola dari proses pendampingan penerimaan secara tunai menjadi non tunai," katanya.

Perubahan format pencairan PKH secara non tunai itu, kata dia, akan lebih menjamin tepat sasaran serta memupus kekhawatiran akan ada upaya pemotongan karena notifikasi ada berada pada chip masing-masing penerima bantuan. Selain itu, dengan perubahan format itu, juga untuk mendidik penerima manfaat PKH agar menabung dengan cara mengambil dana bantuan sesuai kebutuhan. "Juga untuk meminimalkan penggunaan bantuan oleh orang lain yang tidak berhak," tegasnya.


Reporter: Abdul Hady JM

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
26-10-2016 10:56