Main Menu

Papua Bentuk Tim Satgas untuk Kelancaran ''BBM Satu Harga''

Nur Hidayat
27-10-2016 20:27

Sejumlah Ojek antri ingin menikmati BBM Satu Harga (GATRAnews/Katharina Lita)

Jayapura, GATRAnews - Kepolisian Daerah Papua bersama dengan Muspida Provinsi Papua bakal membentuk tim satuan tugas (satgas) gabungan, untuk mengawasi kebijakan Presiden Joko Widodo dalam Papua satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan pihaknya telah bertemu langsung dengan Panglima Kodam Cenderawasih dan Gubernur Papua serta instansi terkait guna pembentukan tim satgas ini.

"Minggu depan paling lama kami akan duduk bersama dan membahas masalah ini. Tim satgas akan bertugas mengawasi pendistribusian hingga jadwal penerbangan untuk mengangkut BBM, agar terjadwal dengan baik," ucapnya, kepada wartawan di Jayapura, Kamis (27/10).

Dirinya pun mewaspadai jika nantinya ada oknum-oknum yang akan mengambil keuntungan dengan kebijakan presiden ini. Modusnya beragam, misalnya ikut mengantre BBM, tetapi justru BBM itu dikumpulkan dan dijual kembali. Bahkan ada indikasi yang mengantre BBM tersebut justru bukan masyarakat umum, tetapi kelompok-kelompok ini.

Lalu, bisa saja dengan modus menyebutkan bahwa BBM habis di APMS dan untuk mengambil keuntungan, maka harga BBM dinaikkan. "Tetapi jika modus-modus ini ditemukan, maka tetap kami proses. Sejauh ini kami belum menemukan komplotan atau mafia BBM," jelasnya.

Menurut Waterpauw, kebijakan Papua satu harga BBM merupakan pengamalan dari sila ke-5 Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sehingga harus disambut baik dan diterjemahkan dengan benar oleh masyarakat setempat. "Kami akan kawal ini dan ini juga perintah langsung yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo saat meresmikan Papua satu harga BBM di Kabupaten Dekai, Kabupaten Yahukimo beberapa waktu lalu," urainya.


Reporter: Katharina Lita

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
27-10-2016 20:27