Main Menu

Dukung ''BBM Satu Harga'', Pecahan Koin Disebar Hingga ke Pedalaman Papua

Nur Hidayat
29-11-2016 20:27

Papua menggunakan angkutan udara untuk pasokan BBM (GATRAnews/Katharina Lita)

Jayapura, GATRAnews - Bank Indonesia menyalurkan koin sebanyak Rp 15 miliar lebih ke 19 kabupaten di Papua, untuk periode November-Desember, dalam mendukung penetapan BBM Satu Harga di Papua. Bank Indonesia sengaja memberikan perhatian khusus, terkait kebijakan "BBM Satu Harga", salah satunya dengan menyalurkan pecahan koin ke pedalaman Papua. "Kami menyalurkan pecahan koin hingga Rp 50, untuk pengganti uang kembalian kepada pembeli BBM," jelas Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikto di Jayapura belum lama ini.

Dijelaskan, harga satu liter premium secara nasional Rp 6.450,- tetapi jika SPBU tidak memiliki uang pecahan Rp 50 rupiah, maka BBM di pedalaman Papua bisa dijual dengan harga Rp 6.500 per liternya, bahkan Rp 7000 per liternya. Uang koin dan pecahan yang disalukan bervariasi, yakni pecahan Rp 2.000 sebanyak Rp 7,2 M, pecahan Rp 10 ribu sebanyak Rp 4,4 M, pecahan Rp 5000 sebanyak Rp 2,2 M, pecahan Rp 2000 sebanyak 880 juta, pecahan Rp 1.000 sebanyak Rp 440 juta, pecahan Rp 500 sebanyak Rp 27.500.000,- pecahan Rp 200 sebanyak Rp 22 juta, pecahan Rp 100 sebanyak Rp 11 juta dan pecahan Rp 50 sebanyak Rp 11 juta.

Sedangkan 19 kabupaten yang mendapatkan dropping uang pecahan koin dan lembaran ini adalah Kabupaten Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Tolikara, Lanny Jaya, Yalimo, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang dan Yapen masing-masing mendapat Rp 763.250.000, sedangkan Mappi, Boven Digoel, Asmat dan Waropen masing-masing mendapat Rp 126 juta.

Tak hanya Bank Indonesia yang mendukung BBM satu harga di Papua, sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua juga menerjunkan 50 personilnya yang tergabung dalam Tim Satgas PAM BBM Satu harga di Papua. Puluhan polisi ini akan disebar untuk memantau pendistribusian hingga BBM tersebut diterima oleh masyarakat setempat sesuai dengan harga normal. "Tim Satgas BBM juga akan mendata sejumlah kendala penyaluran BBM di lapangan. Kami juga tetap bersinergi dengan TNI dan Pertamina dalam bertugas," kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Polisi mengaku mendapatkan dana hibah dari pemerintah daerah untuk menunjang kinerja tim satgas BBM. Sehingga kedepan diharapkan setiap kabupaten atau polres akan memiliki satgas BBM di masing-masing daerah. Tak tanggung-tanggung, pemerintah pusat juga memberikan pesawat khusus, Air Tractor untuk angkutan BBM di Papua. Dalam satu kali angkut, pesawat ini bisa menampung 4,5 ton BBM.

Setiap tahunnya, pemerintah pusat juga menggelontorkan Rp 850 miliar dalam subsidi BBM di Indonesia. Sebanyak Rp 780-an miliar dana tersebut digunakan untuk subsidi di Papua. "Ongkos angkut BBM di Papua diserap paling tinggi dan ini perhatian pemerintah yang cukup serius untuk mewujudkan keadilan sosial, agar merata bagi masyarakat Indonesia," jelas Waterpauw.


Reporter: Katharina Lita

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
29-11-2016 20:27