Main Menu

Pergoki Dokter Jaga Tidur, Gubernur Zumi Zola Ngamuk di RSUD Jambi

Tian Arief
21-01-2017 09:09

Gubernur Zumi Zola (kanan) marahi dokter dan perawat di RSUD Jambi (GATRAnews/YouTube)

Jambi, GATRAnews - Gubernur Jambi Zumi Zola, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, Jumat dini hari (20/1), karena mendapati petugas jaga perawat dan dokter sedang tidur saat bertugas. Dalam sidak itu, Zola mendatangi satu persatu ruangan, dan mendapati sejumlah perawat dan dokter jaga tertidur pulas. Dia lalu marah-marah dan membanting kursi.

Di gedung perawatan kelas III, Zola juga mendapati ruangan perawat dan dokter jaga kosong. Dia langsung menggedor pintu kamar yang ada di meja penjagaan. Begitu masuk ke dalam kamar tersebut, Zola mendapati para perawat dan dokter juga sedang terlelap tidur. Zola pun tak mampu menahan emosinya dan berteriak membangunkan mereka serta menyuruhnya keluar.

Zola kembali melanjutkan sidaknya ke gedung perawatan jantung. Di sini ruang jaga terlihat kosong. Zola hendak masuk ke kamar di belakang ruang jaga, tapi tidak bisa karena pintu kamar dikunci dari dalam. Berkali-kali digedor, akhirnya pintu dibuka. Begitu masuk, Zola menyaksikan para perawat dan dokter yang terbangun dan terkaget-kaget melihat kehadiran gubernur.

[column_item col="3"]

Baca juga: Aksi Sidak Gubernur Zumi Zola Dituding Pencitraan[/column_item]Menurut Zola, sidak yang dilakukannya itu dilakukan setelah mendapatkan pengaduan dari warga yang mengeluhkan pelayanan perawat dan dokter rumah sakit itu.

Zola pun meminta PNS yang tidak disipilin segera dipindahkan dari rumah sakit itu. Begitu pula dengan tenaga honorer kalau tidak disiplin, tidak menutup kemungkinan juga akan dilepaskan dari rumah sakit tersebut.

"Jumlah tenaga honorer di rumah sakit ini melebihi kebutuhan. Logikanya adalah kalau melebihi berati kualitas pelayanan harusnya lebih juga," kata Zola, seperti dilaporkan Antara.

Terkait temuan itu, Zola akan mengirimkan inspektorat untuk mengaudit untuk mengetahui permasalahannya di mana.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Raden Mattaher drg Iwan Hendrawan langsung memberikan teguran keras lantaran malu dengan kinerja anak buahnya. Dia langsung memberikan Surat Peringatan (SP) 3 kepada para perawat jaga yang kedapatan tertidur saat jam kerja.

"Padahal kemarin sudah 50 orang dirasionalisasi, tapi kinerja mereka tidak meningkat juga. Jadi yang kedapatan tertidur saat jam kerja pada saat sidak pak gubernur langsung kita SP3," kata drg Iwan.

Menurut dia, peringatan itu adalah peringatan terakhir bagi para anak buahnya. Di kemudian hari bila masih ada yang kedapatan tidur, akan langsung dipecat.

"Tadi ada 12 orang termasuk satpam kita beri SP3. Bila nanti melakukan kesalahan lagi, mereka bisa langsung dipecat," katanya menambahkan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
21-01-2017 09:09