Main Menu

Petinggi BUMD DKI Gerah dengan Statement Anies

Abdul Rozak
31-01-2017 19:14

Jakarta, GATRAnews - Petinggi PT Transjakarta, MRT Jakarta dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta merasa gerah dengan manuver calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pembangunan moda transportasi di Ibu Kota. Terutama terkait Transjakarta koridor 13 dan Mass Rapid Transit (MRT).


Dalam debat publik Pilkada DKI Jakarta 2017 sesi kedua, Jumat (27/1) pekan lalu, Anies menyebut Transjakarta 13 dan MRT Jakarta tidak terintegrasi. Jarak kedua moda transportasi yang saling bersinggungan tersebut 500 meter.

"Saya harus klarifikasi karena ada statement menyatakan Halte CSW ke Stasiun MRT Sisingamangaraja sampai MRT itu 500 meter. Kami sama sekali tidak pernah berpolitik, terutama Transajakarta itu murni pelayanan," ujar Dirut Transjakarta Budi Kaliwono di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (31/1).

Statement Anies dalam debat membuat masyarakat kebingungan soal Transjakarta, terutama koridor 13 dengan rute Ciledug-Tendean. Budi menegaskan pembangunan MRT Jakarta dan Transjakarta koridor 13 mempetrimbangkan aspek kemudahan bagi masyarakat.

Budi menambahkan, jarak Halte CSW (di koridor XIII) dan Stasiun Sisingamangaraja berjarak 50 meter, bukan 500 meter seperti yang dikatakan Anies. MRT Jakarta dan Trasnjakarta sepakat untuk membangun jalan penghubung antara kedua moda transportasi ini dengan panjang 125 meter dan dilengkapi lift.

Sementara itu, Direktur Operasional PT MRT Jakarta Agung Wicaksono membenarkan Stasiun Sisingamangaraja tidak terletak tepat di bawah Halte CSW. Hal itu mempertimbangkan jarak ideal antar stasiun 800 meter-1 kilometer.

"Kita MRT didesain jarak antar stasiunnya itu sesuai dengan kecepatan. Jadi tidak bisa kalau terlalu dekat," terang Agung kepada wartawan.

Jalur MRT Jakarta dan jalur Transjakarta koridor 13 diketahui bersinggungan di titik pertemuan antara Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Trunojoyo, tak jauh dari Gedung Kejaksaan Agung di sisi barat dan Sekretariat ASEAN di sisi timur.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut Anies Baswedang terlalu dini menilai kedua proyek transportasi yang ia kerjakan. Calon Gubernur ini meminta pesaingnya bersabar untuk melihat hasil jadi proyek MRT dan Transjakarta koridor 13.

“Kan nanti tinggal pasang ekskalator sama lift kok. Orang barang belum jadi sudah langsung dikritik,” kata Ahok usai menghadiri sebuah acara di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (29/1) pekan lalu.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
31-01-2017 19:14