Main Menu

Gubernur Papua Pasang Badan Hadapi KPK

Rosyid
07-02-2017 05:56

Petugas KPK membawa sejumlah dokumen dari Kantor Gubernur Papua beberapa waktu lalu (GATRAnews/Katharina Lita/HR02)

Jayapura, GATRAnews - Gubernur Papua, Lukas Enembe pasang badan, pasca anak buahnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua, Maikel Kambuaya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana Rp 89 miliar oleh KPK.

"Dokumen-dokumen di staf saya diambil, telepon genggamnya juga diambil. Kalau mau cari dokumen tentang proyek atau aliran dana, bukan di ruang kerja saya, tetapi ada di SKPD," katanya, Senin petang (6/2).

Dirinya yakin Maikel tak bersalah dalam kasus ini. Lukas menduga, penggeledahan KPK dan penetapan Maikel ada indikasi bermuatan politik, terlebih jelang Pilkada Gubernur 2018.

"Jika kasus ini tak terbukti dalam pengadilan dan mengarah pada kepentingan politik, golongan ataupun partai politik dalam pilkada gubernur, saya tidak akan main-main dan saya nyatakan perang, serta akan membuat kekacauan di Papua ini," ungkapnya.

[column_item col="3"]

Baca juga: Gubernur Papua: Kami Merdeka dalam bingkai NKRI

Baca juga: Gubernur Papua Minta Pemerintah Pusat Beri Kepastian Investasi Freeport

Baca juga: Kunjungan Kerja Jokowi ke Papua Tanpa Didampingi Gubernur Papua[/column_item]Apalagi, selama menjabat sebagai Gubernur Papua, dirinya mengaku tak pernah bersentuhan dengan dana proyek atau meminta uang di SKPD.

"Kalau saya mau berurusan dengan uang, mengapa saya berikan dana 80% ke rakyat langsung yang ada di kabupaten? Tugas saya hanya ingin mensejahterakan masyarakat Papua dan menyiapkan rakyat jadi pemimpin," ujarnya.

Indikasi penunjukkan langsung dalam proyek Jalan Kemiri-Depapre, juga dibantah oleh Lukas. Dia menyebutkan selama ini, siapapun orangnya, baik adik ataupun saudaranya, tetap harus melewati proses tender.

Pagi tadi, dihadapan ratusan aparatur sipil negara dalam apel pagi, Lukas juga menekankan akan ada perang dan kekacauan di Papua, jika indikasi pemeriksaan KPK atas kepentingan politik, jelang Pilkada Gubernur.

"Pasti kita perang, akan perang lawan ini semua. Bayangkan saja, saya bisa menjadi gubernur, berawal dari jabatan wakil bupati dan dari daerah konflik saya berasal. Ini tidak main-main," ancamnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Maichel Kambuaya tersangka dalam dugaan kasus korupsi Rp 89 miliar, pembaangunan Jalan kemiri-Depapre.

Selain menggeledah rumah dan ruang kerja Dinas Pekerjaan Umum Papua, KPK juga menggeledah ruang LPSE, ULP hingga ruang kerja staf Gubernur Papua.



Reporter: Katharina Lita
Editor : Rosyid

Rosyid
07-02-2017 05:56