Main Menu

PTUN Perintahkan Eksekusi Tambang di Pulau Bangka, Kaka Slank: Alhamdulilah!

Rosyid
14-02-2017 10:49

Manado, GATRAnews — Warga Pulau Bangka di Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, yang menggugat perusahan tambang Tiongkok bisa bernapas lega, menyusul keluarnya surat perintah pengadilan tinggi tata usaha negara (PTUN) Jakarta agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mengeksekusi keputusan yang sudah inkrach.

Aktivis Yayasan Suara Nurani Minaesa, Jull Takaliuang, dalam konferensi pers di Jakarta Senin (13/2) memperlihatkan pada wartawan Surat dari PTUN Jakarta Nomor W2.TUN1.495/HK.06/II/2017 Tentang Pengawasan Pelaksanaan Putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Surat tiga halaman tersebut berisi permintaan kepada Menteri ESDM selaku tergugat agar menjalankan putusan PTUN No 211/G/2014/PTUN-JKT jo Nomor 271/B/2015/PT.TUN.JKT yang kembali diperkuat oleh putusan MA K/TUN/2016 tanggal 16 Agustus 2016 yang intinya membatalkan SK IUP 3109 K/30/MEM/2014 milik PT Mikgro Metal Perdana (MMP) dan segera mencabut izin usaha perusahaan tambang bijih besi dari Tiongkok itu. 

Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka Slank yang hadir dalam temu tersebut langsung tersenyum begitu mendengar aksi penyelamatan Pulau Bangka yang dilakukan dalam waktu tidak singkat akhirnya sukses. “Alhamdulilah...,” katanya di Kedai Jatam, Mampang Prapatan. “Laut juga harusnya sebagai menjadi teras rumah bukan jadi belakang rumah, Pulau Bangka yang diperkosa oleh pertambangan harusnya segera dihentikan,” urai Kaka.

Sejak awal musisi kenamaan itu ikut mengkampanyekan penyelamatan Pulau Bangka dari ancaman tambang lewat lagu, ikut aksi hingga petisi yang didukung 20 ribu orang di Change.org. Kaka ingin membuka mata pemerintah bahwa Pulau Bangka lebih berharga menjadi obyek wisata daripada tambang.

Merah Johansyah Ismail, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) nasional mengatakan kemenangan warga Pulau Bangka dapat menjadi yurisprudensi, inspirasi dan tonggak hukum bagi banyak warga di pulau-pulau kecil lain di Indonesia, yang saat ini sedang melawan ekspansi koorporasi tambang. “Menteri ESDM Ignasius Jonan terancam melakukan pelanggaran dan melawan hukum jika dalam tempo seminggu ini tak menjalankan putusan pengadilan,” ujarnya.

Menurut data kemneterian KKP terdapat lebih dari 12 ribu pulau kecil di Indonesia dan nasibnya terancam serupa Pulau Bangka, yang paling anyar adalah Pulau Romang di Maluku Barat Daya yang juga dikapling 80 luasnya oleh tambang. Sementara menurut catatan Jatam, Pulau Bangka hanya berukuran 4.778 hektar. Naasnya, 2.000 hektar atau separuh kawasan telah dikapling PT MMP.

Ony Mahardhika, pengkampanye Walhi nasional mengingatkan Koalisi Selamatkan Pulau Bangka telah mengirim surat ke 6 institusi negara terkait dengan putusan PTUN Jakarta. Salah satunya adalah menteri KLHK, Siti Nurbaya untuk menurunkan tim investigasinya ke Pulau Bangka guna menyelidiki pelanggaran perdata maupun pidana lingkungan hidup yang telah terjadi selama perusahaan ini beroperasi. “Seperti mengeruk laut, pantai dan ekosistem Mangrove. KLHK harus desak rehabilitasi koral, terumbu karang dan mangrove yang rusak,” timpal Ony.

Arifsyah M Nasution dari Greenpeace Indonesia ikut menambahkan upaya perlawanan yang dilakukan warga Pulau Bangka selama ini patut diapresiasi, karena telah menggunakan cara-cara terhormat sesuai prosedur hukum untuk mencari keadilan. “Karena itu pemerintah juga harusnya taat hukum dengan menjalankan eksekusi putusan, bukan mencontohkan kepada warganya untuk melanggar hukum dengan mengabaikan putusan ini,” tegas dia.

Rabu 14 Februari 2017, Jull Takaliuang dan Koalisi Save Pulau Bangka akan menemui Kantor Staf Presiden untuk mendorong agar pemerintah mematuhi putusan dan Menteri ESDM menjalankannya. “Besok pagi kami akan lanjut ke KSP, seperti sudah disampaikan tadi kami sudah mengirim surat ke Menteri ESDM, KLHK, Menko Maritim, Mendagri hingga Menteri KKP agar semua menjalankan putusan,” kata aktivis perempuan dari Manado itu.




Reporter: Ady Putong
Editor: Rosyid

Rosyid
14-02-2017 10:49