Main Menu

Aher Kutuk Keras Pelaku Bom di Taman Pendawa

Tian Arief
27-02-2017 16:51

Bandung, GATRAnews - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku kaget dengan kejadian bom panci di Taman Pendawa, Jalan Arjuna, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, pada Senin pagi (27/2). "Tentu kita kaget ya, masih ada saja yang membuat teror, membuat kegaduhan yang tenang, tiba-tiba ada bom panci. Teror itu salah, kriminal, pelakunya juga melakukan kesalahan besar," kata Aher kepada wartawan, di Bandung, Senin.

 

Aher menyatakan mengutuk keras kejadian bom panci yang terjadi di taman tersebut, dan pihak kepolisian diminta untuk mengusut tuntas kasus teror ini hingga ke jaringan-jaringan lainnya. "Tentu harus berhadapan dengan hukum, tapi ada jaringan yang mesti diusut," ujar politisi PKS itu, seperti dikutip Antara.


Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh masyarakat Jabar, khususnya warga Kota Bandung, agar tetap tenang dan waspada. "Apapun keadaannya kita harus waspada," imbaunya.


"Kami akan terus melakukan langkah-langkah penyadaran kepada masyarakat agar selalu waspada, dan jangan sampai generasi muda di Jabar ada yang direkrut oleh jaringan teror jaringan mana pun," katanya.


Aher menginginkan permasalahan terorisme ini bisa benar-benar selesai dan tidak ada buntutnya lagi dengan dilumpuhkannya pelaku oleh kepolisian.

 

Baca Juga: 

Bom Meledak di Taman Pandawa Cicendo Bandung

Pelaku Peledakan Bom Panci Masih Sembunyi di Kantor Kelurahan

Kapolda Jabar: Pelaku Bom Cicendo Berhasil Dilumpuhkan

 

"Maka dengan penanganan yang baik dari kepolisian yang mampu mengungkap kasus ini akan semakin mempersempit ruang gerak teroris di Indonesia. Jangan sampai ada teroris berkeliaran, untuk meniadakan teror di Indonesia," kata dia.

Pada Senin pagi, sebuah bom rakitan yang dikemas dalam sebuah panci, meledak di Taman Pendawa, Jalan Arjuna, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.


Bom tersebut diledakkan oleh seorang pria berinisial YC. Pelaku dinyatakan tewas dalam penggrebekan oleh anggota Densus 88 Antiteror Polri, di dalam kantor Kelurahan Arjuna.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
27-02-2017 16:51