Main Menu

JIFFINA 2017 Bidik Pasar Ramah Lingkungan Eropa

Nur Hidayat
12-03-2017 08:49

Yogyakarta,GATRAnews - Pameran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) yang menghadirkan berbagai produk mebel dan kerajinan diselenggarakan di Jogja Expo Center, Yogyakarta, 13-16 Maret 2017.

Gelaran ini ditargetkan menjadi ajang transaksi mebel dan kerajinan tingkat dunia tanpa perantara. Ajang yang berlangsung untuk kedua kalinya ini menghadirkan 260 perusahaan menengah dan mikro tingkat lokal dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali.

“Selain jumlah peserta lebih besar dibandingkan sebelumnya yakni 160 peserta pada 2016, mulai tahun ini kami memberikan porsi sebesar 30% bagi produk mebel dan kerajinan daur ulang,” jelas Endro Wardoyo, Ketua Panitia JIFFINA 2017 (9/3).

Hadirnya produk daur ulang dengan desain yang menarik, menurut Endro, bertujuan untuk mengkampa nyekan produk tersebut dan membidik pasar ramah lingkungan yang berkembang di Eropa. Secara keseluruhan, produk mebel dan kerajinan yang ditampilkan didominasi olahan kayu Jati.

JIFFINA tahun ini menargetkan nilai transaksi US$ 90 juta dari angka tahun lalu sebesar US$ 75 juta. Demikian juga dengan negara pembeli, jika ajang sebelumnya hanya 45 negara, dalam empat hari pameran ini ditargetkan ikut 60 negara.

“Pemilihan Maret sebagai waktu pelaksaan pameran ini memang kita kondisikan untuk menarik awal pembeli sebelum mereka datang ke pameran mebel terbesar dunia di China dalam waktu dekat ini,” lanjut Endro.

Timbul Rahardjo, Ketua JIFFINA Jawa-Bali, menerangkan bahwa semua produk mebel dan kerajinan dihadirkan dengan sentuhan klasik, rastic bahkan modelnya ada yang paling sederhana. “Tetapi semua masuk dalam selera mebel dunia karena diolah dengan gaya seni tinggi. Sehingga di ajang ini, pembeli bisa langsung bertemu dengan perajin langsung tanpa perantara,” ujarnya.

Dari pengalaman tahun lalu, pembeli produk-produk di JIFFINA dari luar negeri didominasi Prancis sebanyak 17%, Amerika Serikat sebesar 14%, Australia 135, Belanda 11%, dan Jerman 10%.


Reporter: Arif Koes

Editor: Nur Hidayat 

Nur Hidayat
12-03-2017 08:49