Main Menu

LBH Medan Imbau Oditur Militer Medan Usut Kasus Kekerasan Jurnalis oleh Anggota TNI

Averos Lubis
26-03-2017 11:14

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews- Dua tersangka anggota TNI yang melakukan tindak kekerasan kepada jurnalis yang sedang melakukan peliputan di Kelurahan Sari Rejo, Medan pada Agustus tahun lalu, sampai sekarang ternyata masih bebas berkeliaran. Padahal berita acara berkas tersangka kepada kedua anggota TNI itu sudah dilimpahkan Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) Lanud Soewondo ke Oditur Militer (Odmil) Medan dengan nomor surat 42/XII/2016/SWO dan berkas nomor 43/XII/2016/SWO.

 

Lebih lanjut, menurut Tim Advokasi Pers Sumut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Aidil Aditya mengaku kecewa dengan prosedur hukum di TNI AU. "Sebab kasus sudah terjadi tujuh bulan yang lalu, namun proses penyelesaiannya berjalan sangat lambat. Bahkan dua tersangka yang ditetapkan baru untuk perkara korban atas nama Array Argus, sedangkan empat korban lainnya perkembangan kasusnya tidak jelas," ujarnya, sebagaimana dari press release yang diterima Gatranews pada Sabtu (25/3).

Menurutnya ketika Tim Advokasi Pers Sumut melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Oditur Militer untuk mempertanyakan perkembangan perkara dari POM AU. Berkas itu, Aidil menjelaskan, memang sudah dilimpahkan ke Odmil. Namun pihak Odmil menyatakan bahwa kedua tersangka tidak ditahan. "Tim Advokasi Pers Sumut memandang tidak ditahannya para tersangka ada semacam  kejanggalan dalam proses hukum yang telah berlangsung," tuturnya. 

Dengan fakta ini, LBH Medan menduga ada keberpihakan pihak tertentu yang berusaha melindungi tersangka. Padahal, dia melanjutkan, kedua tersangka itu dapat menjadi ancaman atau mengintimidasi para korban dan tim advokasi. Maka LBH Medan mendesak kepada Odmil melakukan penahanan kepada tersangka.  Adapun dua tersangka yang berkasnya telah dilimpahkan POM AU Lanud Soewondo ke Odmil Medan yakni atas nama Kiren Singh dengan berkas nomor : 42/XII/2016/SWO dan Rommel P Sihombing dengan berkas nomor : 43/XII/2016/SWO.

Aidil mendesak supaya kedua tersangka segera ditahan dan berkas perkara segera di limpahkan ke pengadilan militer untuk disidangkan agar pelapor mendapatkan kepastian hukum, karena tidak mungkin status mereka tersangka selamanya karena proses hukum yang tidak benar. Tim Advokasi Pers Sumut juga mendesak agar POM AU Lanud Soewondo segera memproses laporan korban lainnya. “Segera ditindaklanjuti laporan korban lainnya, jangan seolah berkasnya di peti es kan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Agoez Perdana mendesak agar prajurit TNI AU pelaku kekerasan terhadap jurnalis dalam peristiwa bentrokan Sari Rejo segera ditahan, seiring dengan penetapan status tersangka oleh Oditur Militer. Kemudian AJI juga mendorong agar persidangan pelaku kekerasan terhadap jurnalis dilaksanakan secara terbuka, dan mendesak dimasukkan dakwaan pasal pidana UU Pers No. 40 tahun 1999 kepada para tersangka.

Adapun berikut nama eberapa jurnalis yang menjadi korban kekerasan TNI AU dan sudah membuat laporan ke POM AU Lanud Soewondo yaitu Array Argus (Harian Tribun Medan), Teddy Akbari (Harian Sumut Pos), Fajar Siddik (medanbagus.com), dan Prayugo Utomo (menaranews.com), dan Del (matatelinga.com) satu-satunya korban yang mendapat pelecehan. Mereka memberikan kuasa hukum kepada Tim Advokasi Pers Sumut dengan perkara yang dilaporkan, yakni pelanggaran Pasal 351 jo Pasal 281 KUHP Jo Pasal 170 KUHP Jo. Pasal 18 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. "Sedangkan korban lainnya yakni Andry Safrin (MNC News) menggunakan kuasa hukum Tim Pembela Muslim," ucap Agoez.


Reporter : Averos Lubis
Editor     : Mukhlison 

Averos Lubis
26-03-2017 11:14