Main Menu

Purbalingga Tekan Kemiskinan Lewat KB

Rosyid
28-04-2017 09:28

Ilustrasi - Konsultasi Program KB (Dok Gatra/AK9)

Purbalingga, GATRAnews - Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyatakan angka kemiskinan di Indonesia, termasuk di Purbalingga dapat dilakukan dengan program Keluarga Berencana (KB). Menurut dia, perencanaan keluarga yang baik mampu menekan angka kemiskinan yang selalu menjadi masalah laten.

Dia mengatakan tingkat laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Purbalingga turun dari 1,6 persen pada tahun 2015  menjadi 1,03 persen pada 2016. Dia mengklaim program Keluarga Berencana (KB) efektif menekan angka petrtumbunan penduduk itu.

“Program KB sudah  berjalan baik, sedangkan tingkat keikutsertaan KB aktif di Purbalingga masih stabil  yaitu Tahun 2015 mencapai 88% dan di Tahun 2016 mencapai 87,5%,” katanya, Kamis (27/4).

Sementara, ujar Tiwi, petumbuhan penduduk di Indonesia masih mencapai 1,3 persen hingga 1,4 persen, atau sekira 3 -4 juta orang per tahun. Menurut dia, pertambahan penduduk yang tak terprogram bisa berdampak negatif pada kondisi ekonomi sosial masyarakat.

“Tingginya laju pertumbuhan penduduk harus diikuti dengan kualitas sumber daya manusia yang baik, jika tidak maka angka kemiskinan akan semakin meningkat, terjadi ketimpangan sosial dan kriminalitas,” ujarnya.

Untuk itu, dia meminta agar kader PKB/PLKB terus mensosialisasikan pentingnya merencanakan jumlah anak dan mempersiapkan masa depan keluarga. Sebab, jika tak terencana dengan baik. hal itu berdampak pula pada angka kemiskinan.

“Saya minta PKB / PLKB dan PPKBD harus gencar sosialiasikan  program KB di daerahnya masing-masing. Ini untuk menekan laju angka pertumbuhan di Indonesia yang berdampak pada angka kemiskinan," jelasnya.

Dia juga berharap pembinaan Program KKBPK dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas serta kemampuan kader-kader KB agar tingkat  kepesertaan KB dapat terus meningkat. “Saya harap PKB , PLKB dan PPKBD  menjadi ujung tombak karena bersentuhan langsung dengan masyarakat , dan dapat mensosialisasikan program KB lebih baik lagi,” imbuhnya.

Dyah menambahkan, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) diminta untuk terus meningkatkan kualitas. Dengan begitu, program yang dijalankan bakal berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara,  Kasubdit Hubungan Antar Lembaga Lini Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ali Subandi mengatakan jumlah penyuluh KB terus berkurang. Dia berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten/kota melakukan rekruitmen penyuluh KB. Dengan begitu, program sosialisasi KB di Jawa Tengah bisa berjalan maksimal.

“Kami harap Pemerintah Daerah dapat menambah penyuluh KB, mungkin dengan PLKB kontrak,” kata Ali.




Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Rosyid
28-04-2017 09:28