Main Menu

Polisi Membubarkan Massa di Abepura: Pembakaran Alkitab Tidak Benar

Nur Hidayat
25-05-2017 22:41

Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait (kemeja putih) saat berusaha menenangkan massa (GATRAnews/dok)

Jayapura, GATRAnews – Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait dan Ajudannya, Bipda Nyoman masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura. Tober mengalami luka pada bagian dada sebelah kiri dan pada bagian badannya, memar karena lemparan batu. Sedangkan Ajudannya, Bripda Nyoman mengalami luka pada pelipis sebelah kiri, hidung retak, punggung mengalami luka sobek dan masih dirawat di Ruang UGD Rumah Sakit Bhayangkra.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan Nyoman terkena pelemparan dan pemukulan dengan benda tumpul dan tajam oleh warga yang berkerumun di sekitar Makorem 172/Praja Wira Yakhti. Saat itu, Kapolres Jayapura, AKBP Tober Sirait berusaha membubarkan massa yang berada di sekitar Korem 172 yang telah berkumpul 13.00 WIT.

Namun, saat mendekat, keduanya dilempari batu dan dikeroyok massa. Beberapa anggota polisi dan warga yang mengenali Kapolres dan ajudannya berhasil menyelamatkan dari amukan massa dan dilarikan ke Korem 172, lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. "Keduanya sudah mulai stabil dan masih dalam perawatan," kata Kamal, Kamis (25/5).

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar bersama dengan Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab, satu jam setelah kejadian, sekitar pukul 14.00 WIT menuju lokasi kejadian. Aparat terpaksa membubarkan warga yang telah berkerumun di depan Korem 172 di padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura.

Saat itu, massa yang marah melempar aparat yang berjaga-jaga. Akibatnya, aparat memberikan tembakan peringatan agar mereka membubarkan diri. "Massa sudah anarkis dan jalan satu-satunya kami harus bubarkan. Jika tidak, ini tambah parah, Kapolres dan ajudan sudah kena lemparan batu. Aksi anarkis ini sudah tidak benar," kata Boy, Kamis petang (25/5).

Pembakaran Alkitab tidak benar

Polisi menduga, aksi anarkis warga ada yang sengaja menjadi provokator untuk membuat situasi di Kota Jayapura menjadi tak kondusif. "Persoalan awalnya belum selesai, massa sudah membuat persoalan baru lainnya, dengan melakukan pelemparan dan kekerasna lainnya," ucapnya.

Seharusnya, kata Boy, kasus dugaan pembakaran Alkitab dapat diselesaikan dengan baik. Namun, warga tak bersabar untuk proses pemeriksaan. "Foto-foto yang disebarkan itu, harus dicari tau sumbernya dari mana. Foto yang disebarkan itu seolah-olah ada Alkitab dan ini kan belum tentu benar. Pelakunya harus melalui proses pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ini, kami melibatkan Polisi Militer tyang bekerjasama dengan polisi," kata Boy.

Siang tadi, 500-an warga berkumpul di depan Wisma 172 Padang Bulan, Abepura. Massa terprovokasi dengan adanya kabar yang menyebutkan oknum TNI membakar Alkitab, saat melakukan bersih-bersih dengan pembakaran karton dan barang bekas lainnya di bak sampah. Massa terus mendesak agar anggota TNI itu keluar dari wisma tersebut.

Aksi massa makin anarkis dengan melakukan pelemparan kepada aparat. Aksi massa dapat dibubarkan sekitar pukul 16.45 WIT dan Jalan raya Sentani, Abepura yang sejak pukul 13.00 WIT dipalang oleh ratusan massa akhirnya sekitar pukul 17.00 WIT sudah kembali normal. Sampai saat ini, situasi jalan satu-satunya menuju ke arah Sentani, Kabupaten Jayapura masih lenggang. Sejumlah aparat TNI/Polri masih terlihat berjaga-jaga di lokasi kejadian.


Reporter: Katharina Lita

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
25-05-2017 22:41